Reportase Warta Ubaya (@wartaubaya) – Jumat, 21 Maret 2025 Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surabaya (BEM-US) menyelenggarakan acara bertajuk Level Up 2025. Acara ini membawakan tema “Stigma Gen Z: Hambatan atau Aset Masa Depan”. Pada kesempatan ini, Kevin Anggara, seorang YouTuber dan influencer, membawakan materi bertema “Generasi Stroberi vs Kevin”. Selain itu, Jehian Panangian Sijabat, selaku Chief Executive Officer Mantappu Corporation, membawakan materi “Gen Z: Entering Survival Mode”. Lebih dari tiga ratus orang mengikuti kegiatan yang diadakan di lantai 6 Fakultas Kedokteran Ubaya ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para Gen Z untuk dapat mengenali dan menggali potensi diri.
“Gen Z ini sering disebut sebagai generasi stroberi, luarnya doang cakep tapi dalamnya lembek,” ujar Kevin membuka diskusi. Menurutnya, orang-orang terlalu memberi stereotip dan menggeneralisir suatu generasi terlalu luas. “Misalnya nih ya, orang beranggapan kalau generasi millenial itu pekerja keras, padahal gua lihat Gen Z yang rajin juga banyak,” tuturnya. Kevin melanjutkan bahwa Gen Z memang hidup di era yang sarat dengan berbagai perkembangan teknologi yang ada, sehingga memiliki karakter yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. “Meskipun begitu, kita tetap tidak bisa melabeli atau memberi stereotip secara langsung ke sebuah generasi. Gak semua Gen Z itu sama,” pungkasnya.
Sementara itu, Jehian memberikan tips mengenai cara menghadapi dunia luar yang masih cukup baru bagi para Gen Z. “Sebenarnya, untuk menghadapi dunia dewasa yang berat ini, kita memiliki dua hal, yaitu bakat dan minat,” ucap Jehian. Menurutnya, banyak orang terlalu menyamakan bakat dan minat, padahal nerupakan dua hal yang berbeda. “Bakat itu sesuatu yang ada dari kita lahir, sedangkan minat merupakan hal yang kita sukai yang bisa muncul dari mana saja selama hidup,” tuturnya. Menurut Jehian, orang-orang terlalu fokus pada unsur bakat dalam menentukan karir dan masa depan. “Padahal, hal yang kita minati pasti akan membuat kita lebih senang melakukannya,” ujarnya. Oleh karena itu, Jehian berpesan agar bakat dan minat dipertimbangkan keduanya serta dikembangkan dengan baik untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki.
Dalam sebuah sesi tanya jawab, Sega, mahasiswa Politeknik Ubaya, mengajukan sebuah pertanyaan kepada Kevin Anggara. “Apa harapan dan visi yang Bang Kevin miliki buat para Gen Z di luar sana?” tanyanya. Kevin menjawab bahwa Gen Z merupakan generasi yang sejauh ini paling vokal dan aware dengan keadaan sekitar. “Maka dari itu, teruslah vokal dan jangan takut menyampaikan opini. Kalau ada sesuatu yang kurang baik, kritisi bareng-bareng!” tutupnya. (cbw)