Cat Jalan hingga Datangkan Chef di Kampung Nelayan fadjar March 8, 2019

Cat Jalan hingga Datangkan Chef di Kampung Nelayan

SURABAYA ndash; Jalanan kampung di sekitar Bank Sampah Bintang Mangrove, Kelurahan Gunung Anyar Tambak, kini semakin berwarna. Ratusan orang telah membenahi tampilan kampung nelayan itu serta memberikan edukasi kepada warga dan anak-anak kemarin (4/3).

Sepanjang Jalan Gunung Anyar Tambak III dihiasi berbagai motif dan gambar mural yang apik. Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya untuk merombak kampung nelayan yang sebelumnya kumuh. Hasilnya, lokasi tersebut kini tampak seperti wisata unggulan di Surabaya.

Aksi mengecat jalan paving tersebut merupakan bagian dari program Triple UxUC. Itu adalah acara pengabdian masyarakat yang digelar gabungan empat kampus. Yakni, Universitas Surabaya (Ubaya), Univer sitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Katolik Petra (UKP), dan Universitas Ciputra. ’’Acara ini digelar sejak 2011, namun tahun ini ketambahan dari UC yang ikut bergabung,’’ jelas Ketua Umum Triple UxUC Chelsy Clarita.

Chelsy mengatakan, ada 267 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan itu. Tak hanya mengecat jalan, mereka juga mengadakan berbagai kegiatan lain. Misalnya, pelatihan hidroponik dan mengecat tong sampah.

Ada juga pelatihan kewirausahaan bagi ibu rumah tangga. Chef khusus didatangkan untuk melatih warga membuat olahan ikan. Mereka juga dibantu soal pemasaran. ’’Jadi, dalam kegiatan ini tidak fokus pada sisi infrastruktur saja, tetapi juga pengem bangan sumber daya manusia (SDM),’’ katanya.

Chelsy menyebut pemilihan Gunung Anyar Tambak bukan tanpa alasan. Sebelumnya, mereka menyurvei lokasi itu. Ada beberapa poin penting yang menjadi pertimbangan. Misalnya, kondisijalan, tipikal, serta potensi kampung tersebut. ’’Kami lihat jalanan kampung dulu berwarna. Sekarang sudah pudar, perlu dicat lagi,’’ jelasnya.

Dia berharap kegiatan itu bisa membantu warga sekitar. Minimal membuka pandangan agar bersama-sama mau menjaga kebersihan. Begitu juga halnya bagi mahasiswa. Mereka bisa belajar langsung di luar kampus. (gal/c19/dio)

Jawa Pos, 4 Maret 2019