Risma Motivasi Anak Putus Sekolah agar Punya Cita-Cita fadjar February 25, 2019

Risma Motivasi Anak Putus Sekolah agar Punya Cita-Cita

URABAYA ndash; Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memberikan motivasi kepada anak-anak jalanan dan anak putus sekolah di rumah dinasnya. Ini disampaikan pada 46 anak yang terjaring Satpol PP Kota Surabaya dan hasil pendataan pihak kecamatan.

Dihadapan anak-anak Kampung Anak Negeri dan para penerima beasiswa pendidikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang turut hadir, Risma juga meminta kepada beberapa anak jalanan dan putus sekolah untuk meminta maaf kepada orang tua masing-masing. Caranya, dengan mencium kaki ibunya sebagai tanda bertaubat.

Risma mengimbau 46 anak jalanan dan putus sekolah tersebut untuk berubah lebih baik. Sebab perubahan bisa dilakukan asalkan ada kemauan. “Ini contoh dari kalian yang pernah terjaring Satpol PP. Semua anak tidak mampu, tapi mereka mau berubah dan bisa. Mereka (anak anak Kampung anak negeri, red) sekarang bisa berprestasi dalam berbagai bidang,” kata Risma. “Kakak-kakak kalian ini juga berasal dari keluarga tidak mampu. Tapi mereka mau berubah. Mereka ingin mengubah nasibnya dengan belajar yang baik dan bekerja keras,” imbuhnya.

Dikatakan, penerima beasiswa Pemkot Surabaya yang berkuliah di Poltekbang Surabaya nanti setelah lulus akan langsung bekerja sebagai Teknisi Pesawat Udara (TPU) di Lion Air. Demikian juga para penerima beasiswa Politeknik Ubaya, setelah lulus akan diterima di perusahaan-perusahaan yang menanti mereka.

Ia menegaskan, Tuhan tidak adil kalau hanya yang pintar dan yang kaya saja yang bisa berhasil dan sukses. Semua diberikan kesempatan yang sama untuk bisa berhasil dan sukses, siapapun orangnya dan dari mana asal kedua orang tuanya. Asalkan orang itu tidak menyerah dengan keadaan dan mau bekerja keras, mereka pasti diberi jalan oleh Tuhan.

Ia melanjutkan, banyak kasus anak jalanan dan putus sekolah berawal dari permasalahan keluarga. Hal itu yang belum banyak disadari semua orang. Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya memiliki program Pendidikan Pranikah. Program ini agar masyarakat tidak meremehkan tentang pernikahan.

“Kalau ada masalah di keluarga, itu yang menjadi korban adalah anak-anak. Kasihan mereka, padahal mereka tidak tahu apa-apa. Jadi, banyak kasus yang sebetulnya awalnya dari keluarga,” jelasnya. (gin/nug)

radarsurabaya.jawapos.com