Probolinggo KLB Difteri, Dosen Ubaya: Vaksin Harusnya Rutin 10 Tahun Sekali


  • 19-09-2022
  • samueldim
Surabaya – Kabupaten Probolinggo telah dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri, tepatnya di Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih. Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jatim sendiri sudah membuat petunjuk teknis terkait cara menyelesaikan KLB difteri. Salah satunya dengan Outbreak Response Immunization (ORI).
 
Lalu, apa Difteri itu? Bagaimana cara penanganannya?
 
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Surabaya (Ubaya) dr Sajuni, M.Kes.,M.Ked.Klin.,SpMK menjelaskan, difteri merupakan penyakit yang dikarenakan kuman Corynebacterium diphteriae yang memiliki racun berbahaya. Kuman ini bisa mengakibatkan infeksi saluran pernafasan, sesak, dan kematian.
 
“Jadi difteri itu sebenarnya adalah nama kuman. Corynebacterium Diphtheriae. Nah, racunnya itu yang berbahaya. Kuman diptheri mengakibatkan infeksi saluran pernafasan,” kata dr Sajuni kepada beritajatim.com, Kamis (8/9/2022).
 
“Gejalanya seperti infeksi pada umumnya. Jadi, badan terasa lelah, adanya demam. Dijumpai adanya membran tebal keabuan di daerah tenggorok dan amandel. Didapatkan adanya nyeri telan, pembengkakan di kelenjar getah bening leher dan bisa mengakibatkan penderitanya sesak dan sulit untuk bernafas dan kematian,” terangnya.
 
Sajuni juga menjelaskan, difteri bisa menular antar manusia lewat droplet/percikan air liur yang dikeluarkan saat batuk atau bersin. Kendati demikian, pada prinsipnya untuk mencegah difteri ini bisa dilakukan dengan pemberian vaksin. Pemberian vaksin difteri bersamaan dengan Tetanus dan Pertusis pada bayi dan dewasa.
 
“Pada dewasa, pemberian vaksinasi difteri bersamaan dengan tetanus dan pertusis (Tdap). Harusnya diberikan rutin setiap 10 tahun sekali. Vaksin ini berisi toksin atau racun yang sudah dilemahkan sehingga perlu dilakukan booster tiap 10 tahun sekali. Sayangnya pemahaman mengenai vaksin dewasa di Indonesia masih kurang, padahal terdapat beberapa vaksin yang sebenarnya perlu diberikan rutin pada dewasa,” jelasnya.
 
“Nah, untuk imunisasi rutin pada anak-anak diberikan di Puskesmas ya, dalam bentuk DPT (difteri, pertusis, dan tetanus). Lalu, kalau pada usia sekolah biasanya ada tim dari Puskesmas yang datang ke sekolah dan memberikan vaksin pada anak-anak,” imbuhnya.
 
Oleh karena itu, lanjut Sajuni, penting bagi masyarakat utamanya bagi seorang ibu membawa anaknya ke Puskesmas ataupun Posyandu untuk mengikuti imunisasi. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga perilaku hidup bersih sehat, makan makanan bergizi agar tubuh kuat dan sehat.
 
“Untuk ibu-ibu terutama, anaknya itu dibawa ke Puskesmas atau Posyandu mengikuti anjuran jadwal imunisasi. Lalu untuk dewasa itu penting untuk melengkapi diri dengan beberapa vaksin dewasa, termasuk vaksin tetanus difteri dan pertusis,” katanya. [ipl/but]
 
Sumber: beritajatim.com
Update: 19-09-2022 | Dibaca 175 kali | Download versi pdf: Probolinggo-KLB-Difteri--Dosen-Ubaya--Vaksin-Harusnya-Rutin-10-Tahun-Sekali.pdf