Teknik Informatika Ubaya Gelar Webinar Wawasan Teknologi: Intuitive Introduction To Generate Adversarial Networks


  • 13-05-2022
  • samueldim
SURABAYA-KEMPALAN: Komputer adalah alat buatan manusia. Pada dasarnya komputer hanya bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan yang diminta oleh manusia melalui seperangkat instruksi yang disebut dengan program. Dalam perkembangannya, komputer dapat diberi semacam kecerdasan seperti manusia. Secara umum manusia semakin lama akan semakin cerdas. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, pengetahuan manusia semakin bertambah. Salah satu faktor penting menunjang bertambahnya kecerdasan adalah kemampuan manusia untuk mengingat dan belajar dari pengalaman nyata yang dialaminya.
 
Kecerdasan yang diberikan kepada perangkat komputer disebut dengan kecerdasan buatan atau dalam istilah bidang computer adalah Artificial Intelligence (AI). Sejarah AI dimulai pada tahun 1950an dengan munculnya tulisan dari Alan Turing berjudul “Computing Machinery and Intelligence”. Pada tulisan ini Alan Turing menyatakan bahwa jika manusia mampu mendapatkan solusi suatu masalah dan membuat keputusan berdasarkan informasi dan aturan yang ada, maka komputer, dengan menggunakan algoritma tertentu, akan dapat melakukan hal yang serupa.
 
Saat ini, AI sudah digunakan dalam pelbagai bidang. Tidak hanya diterapkan di bidang pengembangan ilmu, bisnis, perangkat canggih saja. AI dapat dikatakan sudah digunakan pada perangkat yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat. Contohnya adalah penerapan AI pada permainan atau game, search engine, GPS (Global Positioning System), dan masih banyak lagi.
 
Untuk mengenalkan perkembangan AI saat ini beserta beberapa algoritma terbaru, Program Studi Teknik Informatika Universitas Surabaya (Ubaya) menyelenggarakan webinar bertajuk Wawasan Teknologi: Intuitive Introduction to Generate Adversarial Networks. Sebagai pembicara pada webinar yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Ubaya adalah Daivalentineno Janitra Salim. Alumni Teknik Informatika Ubaya dan National Taiwan University of Science & Technology, yang saat ini bekerja sebagai Full Stack Developer pada salah satu perusahaan berskala internasional di Taiwan, membahas Algoritma GAN (Generative Adversarial Network).
 
“Artificial Intelligence atau AI memungkinkan komputer mempunyai kecerdasan yang meniru manusia. Untuk ini diperlukan algoritma-algoritma tertentu. Machine learning adalah bagian dari AI yang memanfaatkan data untuk melakukan prediksi layaknya manusia. Salah satu algoritma yang sedang dikembangkan adalah GAN (Generative Adversarial Network)”, Daiva, panggilan akrab dari Daivalentineno Janitra Salim, menjelaskan kepada peserta webinar yang berlangsung akhir pecan ini.
 
Daiva juga menyampaikan bahwa beberapa tipe dari GAN sedang dikembangkan. “Salah satu aplikasi dari algoritma GAN adalah image manipulation. Komputer dapat mengubah sketsa gambar foto wajah menjadi gambar foto wajah orang. Hal ini akan membantu pekerjaan forensik. Dengan menggunakan algoritma GAN fitur-fitur yang ada pada data asli (source image) dapat digunakan untuk membuat data image baru. Contoh riilnya adalah algoritma GAN ini dapat digunakan untuk merekayasa foto pelaku kejahatan berdasarkan gambar sketsa tangan saja.”, tambah Daiva.
 
Panitia webinar ini Alexander Yohan mengatakan bahwa mahasiswa peserta webinar ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya yang terkait dengan machine learning. “Peserta memperoleh gambaran sebuah algortima yang sedang dikembangkan beserta contoh nyata penerapannya. Pembicara webinar ini adalah alumni Teknik Informatika Ubaya juga, yang kemudian melanjutkan studi di Taiwan. Diharapkan dengan pembicara yang berlatar belakang serupa ini, penyampaian materi dapat lebih dipahami oleh para peserta”, ujar Alexander Yohan, dosen Teknik Informatika Ubaya yang juga merupakan lulusan S3 Taiwan.
 
Materi yang disampaikan cukup menarik. “Dari webinar ini dipahami bahwa algoritma GAN ini dapat digunakan untuk menciptakan gambar baru yang sebelumnya belum pernah ada. Misalkan membuat foto orang yang sebenarnya tidak ada di dunia real atau membuat gambar-gambar animasi baru dari gambar yang sebelumnya pernah ada. Selain itu, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu terkait algoritma GAN, tetapi juga dapat memperoleh informasi-informasi terkait dunia pendidikan di bidang computer di Taiwan beserta bidang kerjanya’” kata Alexander Yohan.
 
Webinar ini juga dihadiri oleh salah sebuah  perusahaan Taiwan yang bergerak dalam bidang talent recruitment.  Jasti Ohana, mahasiswa program Sistem Informasi Prodi Teknik Informatika Ubaya antusias mengikuti webinar. “Menarik materinya dan mudah dipahami. Dari penjelasan yang disampaikan ini diketahui bahwa pengembangan lebih lanjut dan pengaplikasian algoritma GAN banyak dan mencakup pelbagai bidang. Kami mendapat ilmu dan wawasan baru. Selain tentang keilmuan, kami juga mendapat informasi menarik tentang beasiswa di Taiwan serta lowongan kerja dan IT Project di sana. Ada yang dapat dikerjakan baik secara remote dari Indonesia, ada juga secara on-site di Taiwan”, pungkas Jasti Ohana. (*)
 
Sumber: kempalan.com