Ubaya Terima Dana Padanan Rp 5,4 Miliar Dari Kemendikbud Ristek


  • 09-09-2021
  • Hayuning Purnama Dewi
Loloskan 10 Proposal, Matching Fund Kedaireka Kerja Sama dengan Dudi
 
Universitas Surabaya (Ubaya) baru saja menerima pendanaan dari Kemendikbud Ristek dalam Program Matching Fund 2021 untuk mendukung program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, dan mendorong kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
 
Sepuluh proposal unggulan Ubaya berhasil memperoleh dana padanan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam Program Matching Fund 2021. Ubaya jadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak dengan total dana yang diterima Rp 5,4 miliar.
 
Matching fund adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan DUDI (dunia usaha dan dunia industri). Program itu bertujuan membangun ekosistem Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) untuk menyelesaikan berbagai isu sosial, tantangan DUDI dan masyarakat, serta masalah perguruan tinggi melalui kemitraan perguruan tinggi dengan DUDI.
 
Program tersebut juga dirancang untuk menyelaraskan pengembangan ilmu dan teknologi di perguruan tinggi. Tujuannya agar sesuai dengan pemenuhan kebutuhan atau pemecahan permasalahan dalam dunia usaha maupun dunia industri.
 
Ketua Lembaga Penelitia ndan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya Prof Suyanto SE MEcDev PhD menyatakan, program matching fund merupakan bagian dari kebijakan MBKM. Hal itu sekaligus menjadi upaya untuk mencapai delapan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi.
 
Sesuai dengan semangat MBKM, Ubaya mengimbau dosen atau tim peneliti wajib mengikutsertakan mahasiswa dalam program matching fund. Mahasiswa diharapkan dapat belajar, berkontribusi, dan memiliki pengalaman kerja di dunia industri dan dunia kerja (iduka) lewat keterlibatan itu.
 
"Program matching fund mendukung perguruan tinggi bekerja sama dengan pihak DUDI. Dengan adanya program tersebut, Ubaya memberikan lebih banyak kesempatan kepada mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan pengetahuan praktis serta keahlian mereka di DUDI," ujar Prof Suyanto.
 
Prof Suyanto menceritakan alur pengajuan proposal dalam program matching fund. Ubaya mengusulkan proposal rancangan tim peneliti yang terdiri atas dosen dan mahasiswa melalui platform Kedaireka. Dosen atau tim peneliti tidak harus berasal dari perguruan tinggi yang sama. Artinya, program itu membuka kesempatan untuk bersinergi dengan perguruan tinggi atau institusi lain.
 
Selanjutnya, Ubaya dan DUDI perlu menyepakati kemitraan, termasuk kesempatan pendanaan bersama. DUDI yang dimaksud adalah UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), koperasi, industri, start-up company, BUMN (badan usaha milik negara), LSM (lembaga swadaya masyarakat), kementerian, atau lembaga pemerintah lain. Jika sepakat, proposal itu dapat diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kedaireka.
 
Setiap perguruan tinggi negeri atua perguruan tinggi swasta di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dapat mengusulkan lebih dari satu proposal kerja sama untuk mendapat dana dari program matching fund. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 250 miliar untuk program matching fund tahun ini.
 
Ubaya berhasil mengikuti seluruh tahapan seleksi proposal dalam tiga tahap. Yakni, seleksi adminsitratif, seleksi substansi, dan verifikasi kelayakan. Terpilih 10 proposal unggul yang disetujui dan mendapat dukungan dana dari program matching fund. Pelaksanaan kegiatan sesuai proposal itu akan dilakukan Ubaya bersama DUDI selama 5 bulan.
 
Prof Suyanto mengungkapkan bahwa skema insentif matching fund dimanfaatkan Ubaya untuk mendorong pencipaan produk, teknologi, atau jasa yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. DUDI pun dapat melakukan produksi massal dari hasil tersebut. Dukungan dana dari pemerintah juga dimanfaatkan untuk mengaplikasikan hasil-hasli penelitian Ubaya melalui kegiatan kerja sama dengan DUDI.
 
Skema insentif matching fund yang lain dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan bisnis berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk wirausaha muda melalui pendanaan start-up company.
 
"Ubaya selalu berupaya mendukung serta menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berupaya untuk selalu update informasi mengenai skema penelitian dan pengabdian kepada masyarkat untuk mendukung kegiatan, inovasi, maupun karya dari civitas academica Ubaya," ujar Prof Suyanto. (c12/kkn).
 
Sumber: Jawa Pos, 28 Agustus 2021
Update: 09-09-2021 | Dibaca 388 kali | Download versi pdf: Ubaya-Terima-Dana-Padanan-Rp-5-4-Miliar-Dari-Kemendikbud-Ristek.pdf