Terima Hibah Riset Terapan Dari Fokus Pada Permasalahan Dalam Industri


  • 09-12-2021

Menjadi seorang tenaga pendidik berarti memiliki tanggung jawab besar atas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari tiga aktivitas utama yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Salah seorang tenaga pendidik dosen Politeknik Ubaya yang juga menjabat sebagai Kaprodi Bahasa Inggris Bisnis, Yerly Arnold Datu, S.Pd., M.Pd., sukses mendapatkan Hibah Riset Terapan dari MitrasDudi Dirjen Vokasi Indonesia.

Yerly sebagai Ketua Tim Periset dan beserta Iwan Chandra, S.Kom., M.Kom., Isnaini Faridatul Khasanah, A.Md., dan Siti Halima sukses menerima hibah untuk judul “Aplikasi Multimedia Interaktif Online untuk Meningkatkan Keahlian Berbicara Bahasa Inggris Staf Front-Office sebagai Wujud Layanan Prima di Industri Perhotelan”. Ingin tahu cerita selengkapnya? Simak wawancara kami dengan Pak Yerly berikut ini!

 

Q: Halo Pak Yerly, mungkin boleh diceritakan detail hibah yang didapatkan tentang apa?

A: Hibah yang kami dapatkan adalah Hibah Riset Terapan. Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri – Dosen PT Vokasi. Ini adalah program pendanaan riset terapan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan pendanaan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan demand driven.

 

Q: Demand driven berarti sesuai dengan kebutuhan ya Pak?

A: Iya. Melalui program ini, tim periset dari Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) harus mampu berkontribusi dalam menyelesaikan masalah nyata di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) khususnya sektor UMKM serta masyarakat. Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri - Dosen PT Vokasi bersifat kompetitif. Setiap tim periset akan mengusulkan proposal yang selanjutnya diseleksi berdasarkan kontribusinya terhadap penyelesaian masalah terkait isu ekonomi dan sosial serta masalah riil yang dihadapi DUDI.

 

Q: Berarti memang harus mengutamakan sinergi dan kolaborasi ya Pak?

A: Benar. Program riset ini dirancang untuk mendorong riset integratif, kolaboratif, dan multidisiplin untuk meningkatkan kualitas produk riset terapan yang memiliki dampak nyata bagi peningkatan ekonomi dan sosial. Tema riset yang diusulkan harus terdiri dari beragam disiplin (multidisiplin) ilmu, sehingga riset yang dihasilkan dapat memberi manfaat dan dapat diberdayakan. Program ini diharapkan mampu menghasilkan produk antara lain berbentuk prototipe, model, naskah akademik, atau pengembangan sistem; dan mendorong terbangunnya suasana riset (research environment) kemitraan yang sinergis antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa calon periset dari berbagai PTPPV dengan mitra DUDI.

 

Q: Wah siap Pak. Lalu bagaimana proses dari awal mendengar informasi sampai akhirnya bisa mendapatkan ini Pak?

A: Ya. Saya mendapatkan informasi terkait hibah riset terapan ini MitrasDudi Dirjen Vokasi sekitar bulan April tahun 2021. Ada 2 skema yang diberikan yakni Skema A dan Skema B. Skema A untuk penelitian awal/baru sedangkan untuk Skema B adalah penelitian lanjutan. Skema yang ditawarkan oleh MitrasDudi Dirjen Vokasi ini sangat relevan dengan penelitian saya sebelumnya yang saya dapatkan dari Hibah penelitian dari Kemenristek Dikti skema Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) bersama Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta di tahun 2018 dan 2019 dan saat itu penelitian saya bermitra dengan industri perhotelan di Surabaya. Karena esensi dari riset terapan dari Dirjen Vokasi ini berbasis pada industry-driven, maka saya melihat ini sebagai peluang besar untuk penelitian lanjutan saya sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah mencari tim dosen yang bisa membantu dari sisi teknologi, asisten dan administrator tim serta tentunya mitra yang bersedia untuk diajak kerjasama.

 

Q: Wah berarti untuk prosesnya cukup banyak ya Pak?

A: Benar, ada 3 proses seleksi yang harus dilewati yakni (1) administrasi administrasi, (2) seleksi EOI (Expressions of Interests) yang merupakan bentuk mini dari riset, (2) Seleksi Wawancara dengan reviewer akademisi dan industri. Dari 900 lebih proposal masuk dan melewati 3 tahapan seleksi tersebut, akhirnya hanya 66 proposal yang dinyatakan Lolos oleh tim MitrasDudi Dirjen Vokasi.

 

Q: Untuk kriteria penerimaannya apa saja Pak?

A: Selain syarat administrastif yakni melibatkan partner dari institusi vokasi lain, riset (1) harus mampu berkontribusi dalam menyelesaikan masalah nyata di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) khususnya sektor UMKM serta masyarakat, (2) menyertakan tenaga kependidikan dan mahasiswa yang memenuhi persyaratan dari PTPPV pengusul di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan (3) harus bermitra dengan unsur dari DUDI-Dunia Usaha dan Dunia Industri.

 

Q: Apa saja tantangan yang dialami? Bagaimana cara Bapak mengatasi hal tersebut?

A: Tantangannya adalah karena ini riset terapan kompetitif nasional, maka di awal menentukan topik menjadi tantangan tersendiri, karena persaingan dengan riset-riset terapan lain tentunya sangat kompetitif. Oleh karenanya, strategi untuk hal ini adalah dengan menggunakan skema penelitian terapan lanjutan melanjutkan penelitian sebelumnya. Kedua, menentukan mitra yang bersedia untuk bergabung dan tentunya kordinasi dengan mitra dibutuhkan beberapa tahapan pertemuan agar maksud dan tujuan penelitian bisa tersampaikan dengan jelas dan mitra mendapatkan manfaat dari penelitian ini berdasar permasalahan yang perlu dibantu pencarian solusinya. Ketiga, kaitan dengan tim dosen dari institusi vokasi lain yang bisa membantu teknologi karena penelitian ini akan memiliki luaran sebuah aplikasi yang bisa dimanfaatkan mitra. Untuk ini, koordinasi dengan dosen yang membantu mata kuliah computer menjadi salah satu upaya untuk mencari partner dosen yang bisa membantu dalam pembuatan prototipe aplikasi. 

 

Q: Baik Pak, terima kasih banyak. Lalu apa harapan untuk kedepannya Pak?

A: Harapan saya agar penelitian ini betul-betul bisa bermanfaat bagi industri perhotelan dalam upaya meningkatkan layanan prima staf front-office mereka untuk wisatawan mancanegara. Dari sisi kemampuan merespon pertanyaan dan memberikan penjelasan ke wisatawan mancanegara serta kepercayaan diri mereka juga diharapkan bisa meningkat.

 

Q: Lalu pesan-pesan untuk dosen lain supaya berjuang untuk mendapatkan hibah?

A: Ya. Banyak sekali topik-topik penelitian terapan yang bisa digali oleh dosen-dosen baik skala kecil, sedang maupun besar yang bisa diajukan untuk hibah. Kunci utamanya adalah mau mulai mencoba untuk mengajukan berbasis pada permasalahan industri dan kedua adalah kolaborasi antar disiplin ilmu juga menjadi kunci penting agar bisa menyelesaikan permasalahan industri lebih komprehensif.

 

Berikut hasil wawancara kami dengan Pak Yerly. Semoga melalui wawancara ini dapta menginspirasi insan tenaga kependidikan untuk terus berjuang memberikan kebermanfaatan bagi yang membutuhkan! (sml)

Update: 09-12-2021 | Dibaca 133 kali | Download versi pdf: Terima-Hibah-Riset-Terapan-Dari-Fokus-Pada-Permasalahan-Dalam-Industri.pdf