SURABAYA - Dominasi Surabaya Emdee Fever di Speedy Women's National Basketball League (WNBL) Indonesia tak terbantahkan. Sejak musim lalu, tim juara bertahan tersebut belum tersentuh kekalahan.

Fever menang 14 kali beruntun, lima di antaranya dengan menyapu bersih kemenangan pada dua seri awal WNBL musim ini di Bandung dan Jakarta. Tetapi, pada seri III di Semarang yang dihelat mulai besok hingga 3 Maret, Fever bakal mulai menemui hadangan.

Anak asuhan pelatih Mari Visrael Ramos Valencia tersebut akan menjalani tiga partai alot. Yakni menghadapi finalis musim lalu Tomang Sakti Mighty Bees pada laga pembuka, lalu Rajawali Bandung (2/3), dan Medco Merah Putih Predators (3/3).

"Kami berusaha tak menganggapnya sebagai beban. Terpenting, lebih tanggung jawab secara individual, memberikan yang terbaik, dan selalu bermain lepas," ucap guard sekaligus kapten Fever Yunita Sugianto.

Menjelang seri Semarang, Fever tak melakukan banyak latihan bersama. Yang pasti, dalam sepekan terakhir, delapan pemain mereka berlaga di Liga Mahasiswa.

Enam di antaranya membela Universitas Surabaya. Mereka adalah center Gabriel Sophia, forward Mega Nanda Perdana Putri, guard Olivia Claudia Hadinata, forward Stephanie Yolanda, center Mellisa, dan guard Sumiati Sutrisno. Ubaya akhirnya menjadi juara setelah mengandaskan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di final dengan skor 73-38.

Unpar sendiri diperkuat seorang pemain Fever, yakni guard Patricia Irmalia Prayitno. Pemain lain Fever yang bermain di Liga Mahasiswa adalah center Yuliana Anggita Bening yang membela Universitas Gadjah Mada.

"Tidak masalah. Sejak season lalu juga kayak gitu (jarang latihan bersama). Namun, sebagai tim, kami sangat kompak," tegas Yunita.

Di Semarang, Fever dipastikan tidak diperkuat point guard pelapis utama Raisa Aribatul Hamidah. Raisa harus menjalani penyembuhan setelah cedera anterior cruciate ligament (ACL). Pekan lalu Raisa naik meja operasi di Filipina. (nur/c13/ttg)

Sumber: Jawa Pos, 28 Februari 2013