WAWANCARA

Imajinasi Yang Menjadi Nyata Lewat Rekayasa Genetika

Pernah berimajinasi untuk membuat buah semangka yang berbentuk kotak? Atau mungkin bunga mawar yang berwarna biru? Hal tersebut bukanlah sebuah imajinasi lagi, tetapi telah ada dan merupakan sebuah karya yang dapat dijelaskan secara ilmiah oleh para ahli, yaitu melewati rekayasa genetika. Tanaman yang mengalami rekayasa genetika ini biasa disebut tanaman transgenik.

Semangka kotak memang bukanlah sebuah fenomena yang baru. Pasti banyak dari kita yang telah mendengar cara yang dilakukan oleh masyarakat umum yaitu memasukkan semangka muda ke dalam sebuah tempat berbentuk kotak sehingga pada perkembangannya semangka tersebut akan mengalami penekanan dan harus mengikuti bentuk medium tempat tersebut. Namun, bukan cara inilah yang dilakukan oleh para ilmuwan. Sesuai dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, kini para ilmuwan telah berhasil menciptakan semangka kotak hasil rekayasa genetika.

Hal ini tidak akan mempengaruhi kandungan gizi buah karena gen yang direkayasa adalah gen-gen pertumbuhan sehingga tetap aman untuk dikonsumsi. Dengan adanya semangka kotak ini akan memudahkan proses distribusi dan lebih menghemat tempat.

Sedangkan bunga mawar berwarna biru sendiri ditemukan oleh para ilmuwan asal Jepang yaitu dengan memodifikasi dan menggabungkan senyawa pigmen dari tanaman lain. Sayangnya untuk saat ini, keberadaan mawar biru ini masih belum bisa ditemui di Indonesia.

“Sebenarnya orang-orang Indonesia mempunyai kemampuan untuk melakukan dan membuat tanaman transgenik ini, namun kendala yang sering dihadapi adalah biaya untuk melakukan penelitian yang tergolong sangat mahal ini,” ujar Xavier Daniel PhD, dosen Rekayasa Genetika Tanaman FTB Ubaya. Hal ini dibuktikan oleh peneliti asal Jember yang sedang merekayasa genetika tumbuhan tebu sehingga mempunyai kandungan gula yang lebih banyak di dalamnya.

Rekayasa genetika yang dilakukan oleh mahasiswa Ubaya sendiri masih berkisar pada bakteri dan mikroorganisme, namun tanaman transgenik ini juga telah menjadi sebuah ketertarikan sendiri bagi mereka. “Semoga banyak mahasiswa yang memperdalam ilmu dan mencari pengalaman di luar negeri, serta kembali lagi ke Indonesia untuk mengembangkan ilmu di Indonesia sendiri,” harap pria asal Prancis ini. (gk/wu)

Copyright
© 2014 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2013/content/interview_detail/67/Imajinasi-Yang-Menjadi-Nyata-Lewat-Rekayasa-Genetika.html