Berbicara tentang trend memang tidak ada habisnya. Dari waktu ke waktu trend selalu mengalami pergeseran dan selalu menarik perhatian sejumlah kalangan khususnya bagi kawula muda. Trend dapat terwujud dalam bentuk apapun termasuk tingkah laku atau behavior style seseorang, contohnya saja pada tahun lalu trend yang sangat booming di beberapa belahan dunia termasuk Indonesia adalah trend Gangnam Style yang dipopulerkan oleh PSY band asal Korea. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, pamor trend tersebut mulai menurun dan kini muncul trend baru yang bernama Harlem Shake.

 
Harlem shake memang suatu trend baru di tengah masyarakat Indonesia yang di tuangkan dalam sebuah video singkat yang menggambarkan tingkah laku konyol sekelompok orang. Video tersebut cukup memberikan suatu hiburan dan memicu kreativitas untuk membuat video serupa dalam versi lain. Hingga kini, telah banyak orang yang meng-upload (mengunggah) video kreasi mereka ke Youtube. Sebenarnya trend ini sendiri telah ada sejak lama, namun pada bulan Februari lalu trend ini kembali mencuat.
 
“Trend atau sensasi muncul sebagai wujud aktualisasi diri yang bersumber pada diri trendsetter tersebut dengan maksud masyarakat akan mengenali ciri khas mereka,” tutur Ananta Yudiarso, SSos, MSi. Hal lain yang membuat trend tersebut merambah di seluruh belahan dunia tentu saja peran media. Dosen Psikologi Sosial ini mengatakan bahwa perilaku masyarakat sekarang lebih banyak dipengaruhi oleh simbol-simbol atau perilaku yang ada di media. “Semakin banyak trend tertentu disukai dan terlibat maka pasti akan ditiru,” ucap Ananta.
 
Tak mengherankan jika trend Harlem Shake dengan berbagai gerakan sekelompok orang yang konyol ini begitu menarik perhatian sejumlah masyarakat Indonesia khususnya di kalangan anak muda untuk membuat video serupa. Menurut Ananta, semakin gerakan unik dan menyenangkan maka gerakan tersebut akan terus diulang. Di samping seseorang mempelajari gerakan itu, tanpa disadari ada nilai yang terkandung di dalamnya sebagai dampak dari hegemoni negara asal trend tersebut.
Hegemoni atau kekuasaan dari suatu negara inilah yang sering kali tampak dalam trend yang dibuat dan tidak disadari oleh para pengikut trend di negara kita. Itu semua terjadi karena kebanyakan anak muda melakukan sesuatu tanpa didasari dengan pemikiran yang kritis. Mengikuti trend boleh saja asal tetap memperhatikan nilai-nilai asli budaya Indonesia. (voz/wu)