WAWANCARA

Kurikulum SMA Yang Baru Tidak Ada Lagi Penjurusan

Perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami perubahan berulang kali. Untuk tahun 2013 ini, kurikulum pendidikan akan dirubah dengan konsep tematik integratif yang diterapkan untuk SD, SMP, SMA dan SMK. Alasan terjadi perubahan kurikulum ini karena kurikulum yang berlaku terlalu padat dan tidak efisien. “Wajar jika di Indonesia mengalami perubahan kurikulum karena kurikulum yang lama berkonsep subyek meter sehingga dirubah menjadi menjadi lebih tematik integratif,” ujar Dr Lena N Panjaitan M Ed. 

    
Khusus ditingkat SMA, kurikulum 2013 tidak akan ada lagi penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Selain itu siswa akan dibebaskan untuk memilih mata pelajaran yang disukai. Walaupun banyak pro dan kontra yang terjadi di masyarakat akan kurikulum ini. Dinas Pendidikan tetap mengupayakan agar terencananya kurikulum 2013. Kurikulum 2013 di SMA ini diadakan agar tidak ada lagi stigma khusus untuk jurusan tertentu yang menimbulkan kemudahan atau hambatan bagi jurusan lain. “Untuk di SMA misalnya jurusan IPA di mata masyarakat lebih membentuk keterampilan atau kemampuan berpikir lebih baik dibandingkan jurusan IPS dan Bahasa, padahal bukan seperti itu maksud dari penjurusan,” tambah dosen psikologi pendidikan ini.
 
Kekuatan kecerdasan setiap anak berbeda-beda, dulu seorang siswa yang cerdas adalah siswa yang mampu dalam matematika dan logika. Jika sekarang berbeda pandangannya seorang siswa yang cerdas adalah siswa yang multiple yakni tidak hanya sekedar kecerdasan dalam matematika dan logika saja melainkan dalam hal yang lain seperti berbahasa, interpersonal, musik itu juga penentu keberhasilan. 
 
 Dengan perubahan kurikulum 2013 ini, pengajaran para guru dapat berubah sehingga dapat memberikan sesuatu yang berbeda dalam pengajaran kepada siswanya. “Dengan perubahan kurikulum ini diharapkan ada perubahan metode pengajaran dari guru,” tutup dosen berkacamata ini. (inz/wu)
Copyright
© 2014 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2013/content/interview_detail/65/Kurikulum-SMA-Yang-Baru-Tidak-Ada-Lagi-Penjurusan.html