Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Universitas Surabaya Semarakkan Suara Indonesia


  • 28-10-2010
  • Fadjar Efendy Rasjid

Kegiatan sehari-harinya pastilah tidak jauh dari dunia kesehatan. Namun siapa sangka di balik keahliannya di bidang farmasi, sosok satu ini juga memiliki talenta di bidang tarik suara. Beliau adalah Dra Farida Suhud MSi Apt, WD I FF Ubaya. Bersama putrinya, Beatrice, wanita berkacamata itu berhasil lolos dalam audisi ajang mencari bakat “Suara Indonesia” (SI) yang digelar oleh sebuah stasiun televisi swasta.  Tak tanggung tanggung mereka berdua berhasil masuk 11 besar peserta yang mewakili Surabaya, mengalahkan ratusan pesaing lainnya.

“Sebenarnya kami tidak pernah ada niat untuk mengikuti ajang ini, semuanya hanya modal iseng. Kami juga tidak ada persiapan sama sekali,” kisah wanita yang memang sudah hobi menyanyi sejak kecil itu. “Jadi pada 3 Oktober kemarin, saya sedang pergi bersama anak. Lalu di jalan bertemu dengan mobil Trans TV yang sedang berhenti di STIE Perbanas, akhirnya setelah dipikir-pikir apa salahnya mencoba, kebetulan juga audisinya tidak telalu ramai,” kisahnya lagi. Penampilan peserta lain yang serba ”wow”, dilengkapi persiapan yang sudah mantap, sempat membuat keduanya pesimis, namun akhirnya toh keputusan juri untuk meloloskan mereka tak bisa diganggu gugat.

Pada babak pertama, Farida beserta putrinya menyanyikan lagu ”The Flower Duet, dan judul lagu itu pula yang ia jadikan nama timnya. Lalu juri berkomentar bahwa lagu yang aslinya berbahasa Prancis itu terlalu berat, lalu meminta mereka mempersiapkan lagu pop. ”Sempat bingung juga saat juri minta lagu pop, apalagi selera saya dengan Beatrice kan beda,” tutur wanita berambut pendek ini. Akhirnya, mereka memutuskan tetap menyanyikan lagu dengan sentuhan klasik, Pie Jesu. Lagu tersebut sukses mengantarkan mereka menjadi 15 besar wakil Surabaya untuk babak selanjutnya di Jakarta.

Selanjutnya pada saat di Jakarta, seluruh peserta dari pelosok tanah air dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu grup Jakarta-Medan, Surabaya-Makassar, dan Bandung-Jogja. Tampaknya dewi fortuna sedang menaungi Farida dan Beatrice. Lagi-lagi mereka lolos menajdi 11 besar peserta yang mewakili ibu kota Jawa Timur dari 15 kelompok peserta lainnya seluruh Surabaya. Ke depannya, ibu satu anak ini akan berlomba lagi dengan peserta dari seluruh penjuru tanah air. ”Mohon doanya saja ya, sebenarnya ini semua saya lakukan demi anak. Saya hanya ingin membekali Beatrice sesuai dengan bakatnya,” tutup perempuan ramah ini. (mry/wu)
 

Update: 28-10-2010 | Dibaca 7296 kali | Download versi pdf: Wakil-Dekan-I-Fakultas-Farmasi-Universitas-Surabaya-Semarakkan-Suara-Indonesia.pdf