Di Surabaya, STALLMAN Disambut Rujak Cingur


  • 17-11-2009
  • Fadjar Efendy Rasjid

Jika BILL GATES boss Microsoft beberapa waktu lalu datang ke Indonesia disambut secara protokoler dan pidatonya didengarkan banyak kalangan kerah putih, maka kedatangan RICHARD STALLMAN pioneer Gerakan Piranti Lunak Bebas Dunia di Jawa Timur tidaklah seheboh itu. Padahal keduanya adalah tokoh berpengaruh di dunia teknologi informasi planet ini, meskipun punya ideologi berbeda. 

Kedatangan BILL GATES saat itu disambut bak seorang raja. Bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden RI menerimanya layaknya kepala negara. Bahkan kuliah umumnya yang digelar 9 Mei 2008 lalu di Plennary Hall-JHCC dipenuhsesaki oleh kaum cerdik cendikia dan pemerintah negara ini.

Coba bandingkan kedatangan RICHARD STALLMAN pendiri Gerakan Perangkat Lunak Bebas yang juga penulis GNU General Public License (GPL). Kedatangannya hanya disambut komunitas pengguna free software. Ia datang ke Indonesia dalam rangkaian untuk menyemangati aktivis gerakan piranti lunak bebas. "Tidak ada acara khusus. Saya hanya ingin menyemangati mereka, para pejuang kebebasan piranti lunak di Indonesia," tegasnya saat ditanya suarasurabaya.net.

Selain ke Jakarta, STALLMAN juga sempat singgah ke Jogjakarta. Kedatangannya di Jawa Timur sebenarnya tidak ada dalam jadwal pribadinya. NOOR AZAM satu diantara aktivis piranti lunak bebas di Surabaya menjelaskan saat mengetahui ada jadwal kosong antara tanggal 7-10 Nopember, akhirnya ia mengontak STALLMAN dan ia bersedia datang dan mengisi seminar di sejumlah kampus.


Di Surabaya, peretas komputer kelas kakap ini "ditanggap" di Universitas Surabaya dan ITS. Selain di Surabaya, kemarin ia juga memberikan materi dalam seminar di Universitas Trunojoyo. Di Bangkalan, ia juga sempat didaulat memainkan alat musik kendang bersama mahasiswa.

Dalam cangkrukannya di markas Kelompok Linux Arek Suroboyo (KLAS) di Hi-Tech Mall, lelaki 53 tahun yang masih melajang ini sempat mencicip Rujak Cingur. "Saya suka makanan ini, tapi saya tidak suka pedas," katanya dalam Bahasa Indonesia terbata-bata.

Perbincangan dan diskusi di markas KLAS itu juga berlangsung egaliter dan istimewanya, STALLMAN berusaha berbicara dalam Bahasa Indonesia meskipun terbata-bata. Padahal belum lama ia mempelajari bahasa Indonesia.

Di markas KLAS, ia juga sempat mengkritik poster dan stiker GNU yang disandingkan dengan Linux. Menurutnya, GNU dan Linux berbeda dan dia keberatan jika GNU yang ia ciptakan disamakan dengan Linux.(edy)




dikutip dari: suarasurabaya.net|
Update: 17-11-2009 | Dibaca 8244 kali | Download versi pdf: Di-Surabaya--STALLMAN-Disambut-Rujak-Cingur.pdf