Prof Wibi - Mutiara Bangsa - Pendidikan


  • 20-10-2009
  • Fadjar Efendy Rasjid
“Diantara tembang kerakusan dan keserakahan, kami percaya masih ada tembang kehidupan yang melahirkan mutiara bangsa yang tanpa lelah ikut memajukan Indonesia.” Kutipan ini merupakan bagian dari acara yang diselenggarakan pada 17 Oktober di Atrium Utama Royal Plaza, Surabaya. Diadakan pada malam hari, pukul 19.00 WIB, kegiatan ini dikhususkan untuk memberikan penghargaan pada orang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk peduli akan Indonesia. Dan penghargaan itu bernama Mutiara Bangsa.

Kegiatan ini begitu spesial bagi Ubaya dan Prof Drs ec Wibisono Hardjopranoto MS pada khususnya. Bagaimana tidak, pria yang merupakan Rektor Ubaya ini ditasbihkan sebagai salah satu orang yang memperoleh penghargaan Mutiara Bangsa. Seperti diketahui, beliau begitu concern dalam mendedikasikan dirinya dibidang pendidikan. Selain itu, hampir 10 tahun pula dirinya meluangkan waktunya untuk berbagi pengetahuannya di salah satu radio Mercury. “Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus punya optimisme jangka panjang dan selalu mengabdi pada masyarakat, dengan membawa kebaikkan dan manfaat untuk semua,” papar Rektor kita tercinta yang saat itu juga berdampingan dengan Cak Kartolo, seniman budaya Jawa Timur dan juga Pak Sony sebagai pionir tanaman bakau di wilayah Surabaya Timur.

Penghargaan Mutiara Bangsa sendiri didapatnya dari hasil polling sms pendengar radio swasta kota Surabaya tersebut “ Saya sendiri terkejut dengan pemberian penghargaan ini. Merupaan suatu kehormatan bagi saya pribadi untuk terus berinterospeksi diri,” imbuhnya. Hal ini dilakukan agar memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara.

Prof Wibi sendiri mengajak anak muda Indonesia agar terus membangun bangsa melalui bidang pendidikan. ” Harus semakin banyak yang pedulu terhadap sesama, bangsa, negara, dan masyarakat. Supaya kita hidup tidak hanya sebagai sepotong roti, melainkan eksistensi kita sebagai manusia yang berguna untuk semua,” pesan Prof Wibi pada generasi penerus bangsa. Dan yang terpenting, kita harus belajar bersungguh-sungguh dari proses yang didapat. (rei/wu)
Update: 20-10-2009 | Dibaca 9427 kali | Download versi pdf: Prof-Wibi---Mutiara-Bangsa---Pendidikan.pdf