Teliti Program Vaksin COVID-19, Mahasiswa Ubaya Juara 1 Kompetisi Internasional


  • 26-03-2021
  • Hayuning Purnama Dewi
Hansen Ngaliman, seorang mahasiswa dari Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) baru saja berhasil meraih juara satu International Pharma Talk and Competition (IPTC) 2021 cabang Oral Presentation.
 
Dalam kompetisi Farmasi tingkat Internasional tersebut, Hansen melakukan penelitian berjudul “Hola CoVac : Monitoring The Efficacy and The Safety of COVID-19’s Vaccine Through Mobile Application”.
 
Hansen menjelaskan, penelitian yang ia lakukan merupakan program pemantauan keamanan dan efektivitas vaksinasi COVID-19 di Indonesia.
 
Melalui penelitian tersebut diharapkan vaksinasi COVID-19 di Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan dapat di data secara akurat sehingga tidak terjadi kesalahan, tumpang tindih atau kebiasan di masa depan.
 
“Saat ini sudah ada program seperti Peduli Lindungi untuk memantau proses vaksinasi di Indonesia. Namun, saya melihat program tersebut masih perlu ditambahi beberapa fitur agar lebih sempurna. Jadi saya ingin menyempurnakan program tersebut dengan menambahkan fitur berupa informasi seperti proses vaksinasi, pemberi vaksin, pemantauan efek samping dari vaksinasi dan jika terjadi efek samping maka masyarakat bisa dirujuk ke lokasi tenaga kesehatan atau rumah sakit mana yang terdekat,” jelasnya, Kamis (25/2).
 
Terkait persiapan untuk bisa mengikuti kompetisi tersebut, Hansen mengaku jika ia membutuhka  waktu kurang lebih selama 10 hari untuk menyelesaikan bahan presentasi dan kerangka penelitian.
 
Disamping itu, ia juga berusaha memperbanyak latihan presentasi menggunakan Bahasa Inggris agar isi penelitian yang dibuat dapat tersampaikan dengan baik di hadapan dewan juri dan peserta yang lain.
 
Hansen menuturkan, jika di masa pandemi ini banyak peluang yang bisa didapatkan untuk terus berkarya dan berprestasi.
 
"Banyak pembelajaran dan pengalaman lain yang bisa didapat dengan mengikuti kegiatan maupun kompetisi secara online. Karena berprestasi dan berkarya tidak hanya dilakukan dalam perkuliahan, tetapi juga bisa di luar," ucap mahasiswa 19 tahun ini.
 
Ke depan, Hansen akan terus berusaha untuk menghasilkan karya yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.
 
“Saya tidak menyangka bisa menjadi juara satu. Tetapi setelah mendapat juara ini, saya menjadi lebih termotivasi dalam perkuliahan dan semakin tertarik berkarya di bidang penelitian,” pungkasnya.
 
Sumber: kumparan.com
Update: 26-03-2021 | Dibaca 195 kali | Download versi pdf: Teliti-Program-Vaksin-COVID-19--Mahasiswa-Ubaya-Juara-1-Kompetisi-Internasional.pdf