Gunakan Instagram Untuk Menunjang Brand


  • 11-09-2020
  • Hayuning Purnama Dewi

Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya mengadakan acara Kreatalk. Kreatalk adalah webinar online yang bertujuan untuk membagikan perspektif pelaku usaha kreatif terhadap isu yang sedang berkembang. Webinar yang diadakan pada tanggal 3 September 2020, mengundang pembicara  Nathania Swastika, S.Ds., selaku Alumni FIK Ubaya  yang membawakan materi seputar “How to use Instagram for business”. Acara ini juga dihadiri oleh Ir. Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D.,CHFP.,IPM.,ASEAN Eng., selaku Dekan FIK Ubaya beserta jajarannya, dan dimoderatori oleh Prayogo Widyastoto Waluyo, S.Pd., M.Sn., Dosen FIK Ubaya.

“Saya jamin hari ini kita semua akan mendapatkan knowledge, hal-hal baru yang kita tahu,” ungkap Prayogo di awal acara. Ia pun memperkenalkan Nathania sebagai salah satu alumnus Ubaya, yang juga adalah founder dari @qo.ar, sebuah social media management. “Dalam kesempatan kali ini teman-teman akan diajak untuk menggunakan value positif Instagram,” tambah Prayogo. Acara ini dihadiri setidaknya 40 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan.

Nathania  sudah bergelut di bidang branding dan social management selama hampir dua tahun. “Yang aku kerjakan sekarang, aku dapatkan juga di kuliah. Semua yang diajarkan jadi insight yang akhirnya terpakai,” ungkap Nathania. Pada kesempatan ini Nathania menjelaskan beberapa perspektif mengapa branding adalah hal yang penting untuk dimiliki di era sekarang ini, serta integrasi sosial media dalam mendukung branding tersebut.

Branding perlu karena kalau kita mau bisnis, jualan produk, harus tahu siapa yang jadi pangsa pasar kita,” ungkap Nia, panggilan akrabnya. Nia pun juga menceritakan bahwa pengetahuan akan pangsa pasar tersebut akan mempermudah cara menggaet orang yang mampu menikmati produk tersebut. Branding sebagai acuan konsep dan desain sangat penting di jaman sekarang. “Karena sesuai perkembangan jaman,” jelas Nia. Jaman sekarang banyak sekali pengguna Instagram, dan branding akan menentukan arah bisnis dalam menggaet pangsa pasar kita.

Nataniapun menjelaskan bahwa usaha-usaha yang terkenal juga memiliki branding, logo, instagram. “Tidak bisa stagnan dan tidak bisa terlalu idealis,” tambah Nia. Nia mencontohkan melalui fenomena Oreo Supreme yang sempat hits beberapa bulan lalu. Oreo biasa harga 5rb, tetapi Oreo Supreme harganya bisa mencapai 100x lipat. “Karena ada logo Supreme nya disana,” terang Nia. Nia pun menjelaskan bahwa ada keuntungan branding, yaitu adanya identitas brand, kredibilitas dan kualitas yang akan berdampak pada kesetiaan pengguna.

Menurut Nia, Instagram adalah tempat yang tepat untuk membangun brand. “Sebab branding adalah ketika kita ingin orang melihat produk kita seperti apa,” terangnya lagi. Oleh karena itu perlu direncanakan dengan baik melalui brand guideline, dan secara konsisten menerapkan guideline tersebut pada instagram kita. “Orang Indonesia adalah pengguna instagram terbesar di Asia,” jelas Nia. Nia pun berpesan utnuk memaksimalkan skill yang kita miliki dan gunakan Instagram semaksimal mungkin. (sml)

Update: 11-09-2020 | Dibaca 114 kali | Download versi pdf: Gunakan-Instagram-Untuk-Menunjang-Brand.pdf