Penerimaan Mahasiswa Doktor Psikologi, Bahas Tren Psikologi Positif


  • 09-09-2020
  • Hayuning Purnama Dewi

Program Studi Doktor Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) mengadakan penerimaan mahasiswa baru angkatan ke tiga. Diresmikan pada 25 Agustus 2020, calon doktor Psikologi tersebut diperkenalkan dan disambut oleh jajaran dekanat Fakultas Psikologi Ubaya. Pada kesempatan yang sama, terdapat kegiatan webinar teori, riset, dan aplikasi tren Psikologi Positif yang disampaikan oleh Dr. Nurlaila Effendy, M.Si., selaku Ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia. Kegiatan yang diadakan secara daring ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa S2, S3, serta sebagian besar dosen Fakultas Psikologi Ubaya.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir,” ungkap Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu, selaku Ketua Program Studi Doktor Psikologi Ubaya. Pada kesempatan ini Yusti juga memberi kesempatan mahasiswa S3 angkatan 3 untuk memperkenalkan diri dan disertasi yang akan mereka tekuni pada kesempatan mendatang. Dalam kesempatan ini, Dr. Evy Tjahjono, S.Psi., M.G.E., selaku Dekan Fakultas Psikologi Ubaya mengucapkan sambutannya kepada seluruh hadirin. “Harapannya nanti apapun yang dikembangkan oleh mahasiswa S3 nanti benar-benar menjadi ilmu yang bermanfaat dan punya kontribusi ke masyarakat,” ungkap Evy. Evy pun berkata bahwa tanggung jawab ini harus dipenuhi seorang yang menempuh studi S3. “Sehingga setelah lulus, semua itu betul-betul bisa ikut mengembangkan Indonesia,” jelas Evy. 

Dalam kesempatan ini, Laila, selaku narasumber membawakan materi webinar dengan menjelaskan perkembangan teori-teori Psikologi positif yang sedang berkembang. “Seringkali ada miskonsepsi,” jelasnya. Banyak orang berpendapat bahwa Psikologi positif membahas soal berpikir positif saja ataupun hal-hal yang positif saja. “Tidak, di Psikologi positif adalah upaya untuk mengintegrasikan emosi negatif dengan emosi positif,” jelas Laila. Laila pun menjelaskan perkembangan Psikologi positif dari tahun ke tahun, sejak awal pendirian hingga sekarang.

Laila pun juga menjelaskan mengenai adanya peran Psikologi positif dalam masyarakat. Hal ini terkait dengan nature dari Psikologi positif yang mengembangkan emosi positif. “Karena sebenarnya emosi negatif punya kekuatan tiga kali lipat dibanding emosi positif,” jelas Laila. Ia pun memberikan contoh bahwa kesenangan kita ketika ke luar negeri mungkin akan bertahan selama sesaat, misalnya selama satu bulan. “Tetapi ketika orang sakit hati, jangkanya jauh lebih panjang,” jelas Laila. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa Psikologi positif perlu dibangun. Pasalnya tujuan awal pendirian psikologi positif berfokus pada hidup yang bermakna, indah, dan menyenangkan. (sml)

Update: 09-09-2020 | Dibaca 118 kali | Download versi pdf: Penerimaan-Mahasiswa-Doktor-Psikologi--Bahas-Tren-Psikologi-Positif.pdf