Tindak Tegas Kasus Kekerasan Berbasis Gender


  • 10-05-2020
  • Hayuning Purnama Dewi
Ilustrasi: freepik.com (@pch.vector)
 
Kelompok Studi Gender dan Kesehatan (KGSK) Universitas Surabaya mengadakan webinar ‘Pacaran: di Masa COVID-19, Potensi Kekerasan, Harus Bagaimana?’. Sebanyak 62 mahasiswa dari berbagai universitas ikut menyimak webinar yang diadakan melalui Zoom pada Sabtu, 2 Mei 2020 pukul 15.00-17.00 WIB. Dr. Dra. N.K. Endah Triwijati, M.A. selaku Dosen Psikologi Universitas Surabaya dan Khanis Suvianita S.Pd., M.A. hadir dalam webinar ini sebagai pembicara. Marselius Sampe Tondok, S.S., M.Si. selaku moderator sekaligus Dosen Psikologi Universitas Surabaya.
 
“Dalam webinar ini para peserta diajak bersama-sama mengupas topik seputar pacaran, terutama mengenai jenis dan kasus kekerasan berbasis gender yang dapat terjadi selama masa pacaran, terutama kekerasan yang dilakukan secara online. Melalui materi ‘COVID-19 – Pacaran: Kekerasan? Fenomena nggak penting?’, Endah menegaskan bahwa kekerasan saat pacaran sering terjadi dan bisa saja terjadi di dunia maya. Ia juga menjelaskan perlunya sikap untuk menghukum pelaku secara tegas dan mendengarkan korban agar permasalahan ini tidak dianggap enteng oleh masyarakat. 
 
Sedangkan pada materi ‘Pandemic COVID-19 Terhadap Persoalan Kekerasan Berbasis Gender dan Online Pada Masa Pacaran’ yang disampaikan oleh Khanis lebih membahas mengenai kerentanan terjadinya kekerasan yang melalui dunia virtual selama masa pacaran, terutama saat pandemi COVID-19 ini dimana aktivitas banyak dilakukan secara online. Selain itu Khanis juga menjelaskan adanya hirarki pada gender lines yang menjadi normal karena sudah ditanam sejak kecil. “Kondisi ini juga dilegitimasi pada budaya kita sehingga adanya respon biasa saja saat pihak yang dianggap berada di hirarki bawah menjadi korban kekerasan,” jelas Khanis.
 
Peserta yang mengikuti webinar antusias dengan topik yang sangat dekat dengan kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Berbagai pertanyaan dilontarkan dan menjadikan webinar ini sangat menarik. Dipenghujung pemaparan Endah menyampaikan bahwa kekerasan mengakar dan dinormalkan dalam media dan masyarakat. Terlebih lagi adanya kecenderungan menyalahkan korban dibandingkan pelaku.”.  Untuk itu perlu ada tindakan yang tegas bagi siapa saja yang melakukan kekerasan terlebih berbasis pada gender. (han)
Update: 10-05-2020 | Dibaca 435 kali | Download versi pdf: Tindak-Tegas-Kasus-Kekerasan-Berbasis-Gender.pdf