Menciptakan Destinasi Wisata Favorit Baru Di Desa Kedungudi


  • 25-09-2019
  • Hayuning Purnama Dewi

Ingin merasakan wisata alam dan budaya sekaligus? Desa Kedungudi akan menjadi jawabannya. Desa ini akan mengembangkan destinasi wisata favorit baru yang menggabungkan wisata alam dan budaya.

Desa Kedungudi berada di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, berada di lereng Gunung Penanggungan. Desa ini berada pada jalur lintasan pendaki Gunung Penanggungan. Selain jalur pendakian ini lebih singkat dibanding jalur pendakian lain, jalur pendakian ini juga melintasi candi yang terletak di lereng Gunung Penanggungan. Desa Kedungudi juga berbatasan langsung dengan daerah wisata Prigen yang berada di Kabupaten Pasuruan.

Selama ini, Desa Kedungudi hanya menjadi tempat yang hanya dilewati oleh para wisatawan yang menuju ke puncak Gunung Penanggungan atau yang ingin menuju tempat wisata di Prigen. Kesadaran masyarakat akan potensi desa wisata sangat besar, ditunjukkan dengan adanya inisiasi dari Kades Kedungudi Susilo Hadi Wijoyo. Sebidang tanah seluas 7 hektar mempunyai view hamparan sawah dan gunung Penanggungan yang cantik telah disediakan untuk pembangunan lokasi wisata Kedungudi. Lokasi juga berdampingan dengan makam Mbah Suronggolo, leluhur masyarakat Kedungudi, yang bisa digunakan untuk wisata religi.

Keinginan membangun desa ini sejalan dengan niatan tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Ubaya yang terdiri dari Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si., M.E., Lanny Kusuma Widjaja, S.E., M.M., CBC., Drs. ec. Endang Ernawati, M.Si., CSA., dan Dr. Frikson Christian Sinambela, S.Psi., M.T., yang hadir ke desa itu. Maka setelah diskusi desa Kedungudi terpilih sebagai objek kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Skema yang dipilih adalah Program Pengembangan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) Desa Wisata Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang diajukan ke DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Kemenristekdikti. Proposal tim PPMUPT ini mendapatkan persetujuan multi-tahun selama tiga tahun, dimulai dari tahun 2019 sebagai tahun pertama. Tim Ubaya bermitra dengan kelompok ibu-ibu PKK, kelompok Karang Taruna, dan adanya dukungan penuh dari seluruh perangkat desa.

Pada tahun pertama ini, perangkat desa Kedungudi memulai pengerjaan awal untuk tanah tersebut. Tim Ubaya lebih berfokus pada pemberdayaan mitra Karang Taruna dan ibu-ibu PKK dalam aspek ekonomi dan pendidikan. Beberapa kegiatan pemberdayaan mitra PPMUPT Desa Wisata Kedungudi dimulai dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencapaian Pangan dan Energi serta Pengembangan Desa Wisata Kedungudi” yang dihadiri oleh remaja Karang Taruna dan ibu-ibu PKK Desa Kedungudi. FGD yang bertujuan untuk menggali dan meningkatkan kesadaran remaja Karang Taruna dan Ibu-ibu PKK ini diselenggarakan di Balai Desa Kedungudi pada tanggal 13 April 2019 silam. Kegiatan ini dikoordinir oleh Dr. Frikson Christian Sinambela, S.Psi., M.T., dan tim dari Magister Psikologi Sains. Kegiatan FGD dilanjutkan dengan studi banding ke desa-desa yang telah berhasil menjadi desa wisata yakni: Desa Umbul Ponggok di Klaten pada tanggal 15 Juni 2019 dan Desa Pujon Kidul di Kabupaten Malang pada tanggal 29 Juni 2019.

Tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi juga melakukan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata dengan narasumber Andi Yuwono, S.Sos., M.Si., Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI), serta Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si., dan Drs. ec. Endang Ernawati, M.Si., CSA. Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2019 di IOC (Integrated Outdoor Campus) Ubaya di Trawas. Peserta pelatihan ini adalah para anggota karang taruna Desa Kedungudi. Pada bagian akhir pelatihan ini dibentuk sekaligus disahkan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Kedungudi yang diberi nama JANARI JAYA PAWITRA. Pokdarwis ini disahkan berdasarkan SK Kades Kedungudi dengan mengelola Desa Wista Kedungudi.

Selain itu tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi juga menyentuh aspek ekonomi yang nantinya akan jadi penunjang Desa Wisata Kedungudi, yakni oleh-oleh dan kuliner memanfaatkan hasil pertanian utama yaitu singkong dan gadung. Oleh karena itu, seluruh tim PPMUPT mengundang narasumber yang kompeten: Dwi Zuniati dan Shafira Sih Pawestri (Fakultas Industri Kreatif Ubaya), Rizky Fajrianto, S.T. (Unit Pelaksana Teknis Industri Makanan, Minuman dan Kemasan Disperindag Pemprov Jatim), dan Indah Eprilianti, STP, M.Si., Ph.D. (Universitas Widya Mandala Surabaya) untuk memberikan Pelatihan Pengolahan Pangan dan Kemasan kepada seluruh mitra di Desa Kedungudi pada tanggal 21 September 2019. Pada pelatihan tersebut diberikan tata cara pengolahan pangan yang baik dalam arti menggunakan bahan-bahan sesuai ketentuan BPOM dan diproses secara higienis serta penggunaan kemasan yang menarik, agar produk dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi. 

Tim PPMUPT bersyukur bahwa beberapa pihak mendukung untuk program di atas. Selain bantuan dari LPPM Universitas Surabaya, tim PPMUPT juga mendapatkan dukungan dan komitmen dari Program CSR PT Astra dalam program Kampung Astra: Menuju Desa Sejahtera. Terlebih lagi dukungan perangkat desa. Sebab pada tahun ini Desa Kedungudi berkomitmen mengucurkan anggaran sebesar Rp300 juta. Bahkan untuk tahun depan, Desa Kedungudi meningkatkan komitmen tersebut menjadi Rp600 juta.

Pada saat ini yang dibutuhkan untuk keberlanjutan program Desa Wisata Kedungudi adalah kekompakan semua stakeholders Desa Wisata Kedungudi untuk bekerja keras menyukseskan program di atas sesuai dengan kapasitas masing-masing. 

Update: 25-09-2019 | Dibaca 239 kali | Download versi pdf: Menciptakan-Destinasi-Wisata-Favorit-Baru-Di-Desa-Kedungudi.pdf