Ajarkan Teknik Powder Coating, Tim PKM Ubaya Ingin Tingkatkan Kualitas Produksi Industri Logam


  • 12-08-2019
  • Hayuning Purnama Dewi

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Surabaya Ubaya menggelar Pelatihan Pengolah Logam kepada pengusaha industri UKM Bina logam di Desa Jogorepuh, Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan Rabu, (24/07/2019).Program initerlaksana berkat kolaborasi Prodi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya. Kegiatan ini merupakan hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat-Kementerian Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Pelatihan ini diberikan mengingat tingginya permintaan pasar terhadap industri logam, yang mengharuskan pengrajin di Pasuruan terus bergerak aktif terhadap bermacam inovasi, teknik dan metodemodern. UKMBina logam merupakan pembuat asesoris sepeda motor. Kegiatan pelatihan meliputi penerapan proses powder coating. Proses  powder coatingyakni sistem pengecatan logam, menggunakan bubuk warna kering.

Sementara itu tim PKM FBEDr. Sugeng Hariadi, S.E., M.Si. mengisimateri manajemen keuangan terkait tata cara penganggaran, pengelolaan keuangan dan pengendalian pengeluaran suatu perusahaan.Menurut Dr. Ir. Susila Candra M.T. selaku ketua tim PKM Prodi TeknikManufaktur, powder coating umumnya dipakai untuk melapisi permukaan logam seperti besi dan aluminium. Teknik ini terbukti lebih efisien dan mudah untuk dilakukan saat pengecetan. 

“Untuk industri seperti bina logam, proses powder coacting  merupakan teknik yang mudah diaplikasikan. Selain hemat waktu, uang dan tenaga, hasilnya pun sangat bagus,” ujarnya. ia juga mengatakan bahwa kelebihan lain teknik ini adalah, fleksibelitas dan daya tahan cat yang sangat tinggi.Sementara itu Niam salah satu peserta mengatakan teknik powder coacting ini mudah dilakukan dan tidak menyebabkan polusi.

Prosesnya terdiri dari partikel-partikel yang dihaluskan diberikan muatan elektrostatis, disemprotkan ke objek yang akan di cat kemudian dimasukan kedalam oven. “Teknik ini ramah lingkungan dan tidak mencemari lingkungan,”ungkapnya.Susila berharap dengan diberikannya pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas produksi pembuat asesoris sepeda motor di Pasuruan. Serta meningkatkan jumlah permintaan  yang selama ini masih kurang dan tidak terlayani. (ee)