Mendagri Yakin Pemilih Lebihi Target KPU


  • 15-04-2019
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA – ”Orang tua sebetulnya nggak usah pakai medsos. Bude gue jadi contoh. Jadi penyebar hoaks. Pokoknya asal sebar,” kata Coki Pardede kepada Tretan Muslim. Pernyataan dua komika itu disambut tawa sekitar 450 mahasiswa yang hadir dalam acara Talkshow iVote Vol. 4 di auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya di lantai 6 kemarin (12/4).

Jelang pemilu kurang beberapa hari lagi, voter muda diharapkan tidak terpengaruh berbagai hoaks. Acara itu dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Rektor Ubaya Joniarto Parung.

Menurut Tjahjo, para pemilih sekarang sudah cerdas. Tidak langsung menerima informasi yang beredar, tapi mampu memfilternya terlebih dulu.

Tjahjo mengatakan, banyak sekali hoaks, ujaran kebencian, dan isu SARA yang disebar melalui media sosial (medsos). Dia menambahkan, jumlah penduduk Indonesia sekitar 246 juta orang. ”Tapi, handphone yang dipakai bisa 400 juta karena satu orang bisa memakai lebih dari satu,” papar Tjahjo.

Karena itu, sebaran informasi bohong bisa begitu cepat. Tjahjo mengingatkan, penyebar berita bohong atau ujaran kebencian diancam dengan hukum pidana. Dia mengibaratkan hal itu sebagai racun dan virus dari demokrasi. ”Termasuk kalian juga ya, pelawak. Harus hati-hati, ya,” ujar Tjahjo kepada Coki dan Tretan.

Menurut Tretan, yang Mendagri katakan itu benar. Terlalu banyak berita bohong yang beredar. ”Sampai-sampai terjadinya gempa disebut karena ulah capre s. Heeh, apa itu,” katanya.

Selain itu, Tjahjo berbicara mengenai praktik serangan fajar. Tentang praktik money politics menjelang pencoblosan, dia meminta mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut membantu mengawasi. ”Bisa lapor ke polisi dan Bawaslu. Praktik nggak benar semacam itu harus dihilangkan,” tutur dia.

Guna menentukan pilihan, Tjahjo menyarankan masyarakat untuk mencari tahu latar belakang para calon eksekutif maupun legislatif. Bisa dengan membuka website resmi partai, misalnya. Nanti muncul anggota yang mencalonkan diri sebagai caleg. Baik DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota. Sejumlah situs atau aplikasi bahkan bisa menampilkan rekam jejak para calon.

Tjahjo yakin bahwa partisipan pemilu tahun ini bakal melebihi target KPU yang sebesar 78 persen. ”Dengan melihat tingkat perekaman e-KTP yang sudah 98 persen dan suket yang juga dilegalisasi MK untuk syarat memilih, kami optimistis,” katanya. Dia memperkirakan partisipan pemilu tahun ini 80 persen. (dan/c11/ayi)

Jawa Pos, 13 April 2019

Update: 15-04-2019 | Dibaca 466 kali | Download versi pdf: Mendagri-Yakin-Pemilih-Lebihi-Target-KPU.pdf