Mengenal Industri Umbi Mikro, Bertani Di Perkotaan


  • 10-04-2019
  • Fadjar Efendy Rasjid

Pagi itu Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Lt.6 Gedung TG Kampus Tenggilis Universitas Surabaya (Ubaya) dipadati oleh mahasiswa, dosen dan karyawan laboratorium Ubaya yang antusias bertemu dengan Prof.Dr.Warnita, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada Rabu, 27 Maret 2019.

Didampingi oleh Dr. Ir. Popy Hartatie Hardjo, M.Si.selaku Wakil Dekan Fakultas TeknobiologiUbaya, Prof. Warnita berbagi ilmu mengenai mikrotuber kentang secara in vitro atau di dalam laboratorium , cara membuat enkapsulasi, serta memperlihatkan contoh umbi mikro kentang, tanaman kentang Atlantik dan benih mikro enkapsulasi. Kedatangan Prof. Warnita ke Fakultas Teknobiologi Ubaya dalam rangka Staff ExchangeNUNI (Nationwide University Network In Indonesia) tanggal 27 – 28 Maret 2019.

“Melalui kesempatan ini, kami bisa belajar mengenai tanaman kentang langsung dari pakarnya. Selama bertahun-tahun, Prof. Warnita konsisten meneliti tanaman kentang dari berbagai aspek seperti hama penyakit, virus dan sebagainya. Ilmu yang disampaikan akan bermanfaat untuk kami membuat inovasi umbi mikro kentang menjadi sesuatu yang menarik seperti souvenir dan lain-lain,” ungkap Dr. Popy.

Secara khusus, Prof. Warnita menerangkan bagaimana buku batang kentang tumbuh menjadi umbi mikro dalam kurun waktu 10 minggu. “Industri umbi mikro dapat disusun di laboratorium dan tidak memerlukan pencahayaan. Sekarang bertani tidak hanya dapat dilakukan di pedesaan, tetapi juga memungkinkan bagi masyarakat perkotaan melalukannya dalam laboratorium,” jelas Prof. Warnita. Berbagai tips juga diberikan seperti cara memilih umbi kentang berkualitas bagus, sterilisasi dari lapangan, uji imun, induksi tunas mikro dan umbi mikro.

Dr.Popy berharap jika di kemudian hari, dosen Fakultas Teknobiologi Ubaya dapat berkunjung ke Universitas Andalas guna melihat secara langsung penelitian yang dilakukan oleh Prof. Warnita. (RH)

Update: 10-04-2019 | Dibaca 575 kali | Download versi pdf: Mengenal-Industri-Umbi-Mikro--Bertani-Di-Perkotaan.pdf