Kenali Passion Dengan Berproses Sejak Dini


  • 27-03-2019
  • Fadjar Efendy Rasjid

Sabtu, 16 Maret 2019 sebanyak 62 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya(Ubaya) hadir dalam acara program alumni berbagi yang diadakan sejak 2017 silam. Kali ini, talkshowdiselenggarakandengan tajuk“What’s My Career?”mengundang sembilan narasumber alumni Psikologi Ubaya dengan berbagai latar belakang. Narasumber terbagi menjadi tiga sesi, yaitu My Psych—alumnus yang berkarir di bidang Psikologi, My Business—alumnus yang membuat usaha sendiri, dan My Hobby—alumnus yang berkiprah di hobi masing-masing. Talkshow karir ini bertempat di Ruang Serba Guna Fakultas Psikologi(SGFP), Kampus II Ubaya.

Acara tersebut bertujuan mengenalkan mahasiswa Psikologi dengan profesi yang akan dilakukan setelah lulus kuliah nanti. Beberapa profil yang dimiliki narasumber pun sangatlah beragam, mulai dari Twinky Indrawati dengan profesi terapis disleksia, Fenzi Zein seorang pebisnis Traditional Cake Shop, dan bahkan ada yang meneruskan hobi mereka seperti Ngurah Wisnu yang menjadi atlit basketdari klub CLS Knights Surabaya.

Dewantara, S.Psi., Psikolog.,selaku Ketua Ikatan Alumni(IKA) Psikologi, mengatakan bahwa apapun latar belakang yang kita miliki, kita tidak boleh putus asa untuk menemukan passionAnda. “Kalau Anda tidak tahu sekarang mau jadi apa, temukan passionAnda. Anda tidak akan menjadi psikolog semua, ada yang bekerja dibidangnya sendiri,” tuturnya. Beliau menyarankan agar mahasiswa setidaknya mulai mencari pengalaman atau passionselama dibangku perkuliahan. Dengan memiliki pengalaman, maka mereka akan memiliki wawasan yang lebih. “Kamu punya pengalaman di organisasi it’s good, punya pengalaman di luar it’s great,” tambahnya.

Diakhir perbincangan, Dewantara menceritakan pengalaman beliau saat duduk dibangku perkuliahan. “Kurikulum S1 mengajarkan teori sedangkan setelah kita berkuliah, kamuakanditanya tentang kompetensi/skill yang kamumiliki,” jelasnya. Beliau menyarankan agar mahasiswa semester 5 khususnya untuk memulai mencari pengalaman atau passionmereka. Stay Hungry, Stay Foolish,” tutupnya. (jr)

Update: 27-03-2019 | Dibaca 1766 kali | Download versi pdf: Kenali-Passion-Dengan-Berproses-Sejak-Dini.pdf