Surabaya (Antaranews Jatim) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mendorong Universitas Surabaya (Ubaya) menerapkan budaya antikorupsi di lingkungan sivitas akademi mereka.

"Ubaya bisa menjadi `island of integrity` itu yang saya sampaikan ke Wakil Rektor tadi. Mereka kemudian bisa mulai menerapkan misalnya seperti Universitas Bina Nusantara yang jika ketahuan menyontek diberi sanksi," kata Agus usai acara "Diskusi Musikal Antikorupsi" yang diadakan perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) di kampus setempat, Jumat.

Dia mencontohkan, Universitas Bina Nusantara akan memecat Mahasiswanya jika ketahuan menyontek. Selain itu ketika menjadi alumni dan terlibat korupsi, maka ijazahnya akan ditarik.

"Itu contoh mencoba memperbaiki diri di samping sistem harus lebih bagus. Harus ditekankan kepada mahasiswa bagaimana jika menjadi panitia, proposal harus jujur tidak selalu dihabiskan, tidak pernah nyontek, tidak pernah nitip absen," katanya.

Pada kesempatan yang sama, putri Proklamator Mohammad Hatta, Meutia Hatta mengatakan mahasiswa atau anak muda harus terus dididik untuk melihat korupsi bukan sebagai kewajaran tapi bagaimana menghilangkan jiwa korupsi itu pada anak muda.

"Karena mahasiswa generasi muda dan menjadi peran utama untuk perubahan," katanya.

Meutia menyatakan pihaknya akan mendorong kegiatan diskusi musikal antikorupsi dari BHACA ke banyak universitas untuk menyebarkan semangat antikorupsi kepada mahasiswa dan generasi muda.

"Saat ini ada 11 universitas. Di tahun depan akan dikembangkan ke banyak universitas lain secara bertahap," katanya.(*)