Berkat Hibah Kemenristekdikti, Desa Wisata Mojokerto Makin Berkembang


  • 02-09-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

Berkat diterimanya Hibah dari Kementerian Ristek Dikti melalui Program Kemitraan Wilayah (PKW), Desa Tamiajeng dan Desa Selotapak Mojokerto menunjukkan potensi desa. Endah Asmawati, S.Si., M.Si, Arif Herlambang, S.Si., M.Si., Utomo, S.S.,dari Universitas Surabaya dan Dr. Ir. Wanti Mindari, M.P dari Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur sebagai penerima hibah.

Dalam pengembangkan potensi desa telah banyak hal dilakukan dalam pendampingan dan pembinaan warga. Sebagai wadah untuk unjuk gigi kepada masyarakat sekitar dan pengunjung desa Tamiajeng, pada Juli 2018 lalu diselenggarakan Food Festival Tamiajeng 2018. Program PKW ini tidak bisa lepas dari peran pemerintah setempat. “Pemkap Mojokerto sangat membantu keberlangsungan program hibah ini sejak awal,” ungkap Endah Asmawati, S.Si., M.Siselaku Ketua Tim Hibah.

Dalam Food Festival dipamerkan serta dijual produk buatan warga desa Tamiajeng yaitu keripik pisang, keripik ubi, sayur organic, tanaman organik, ikan organik, dan olahan madu. Pada kegiatan ini turut hadir petinggi Ubaya, Nemuel Daniel Pah, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Wakil Rektor I Ubaya. Untuk menambah semarak warga yang datang dalam acara Food Festival Tamiajeng 2018, diawali dengan pertunjukan marcing band dan tari patrol yang di bawakan oleh kelompok mahasiswa Ubayabersama dengan komunitas karang taruna.

“Program Kemitraan Wilayah (PKW) mengangkat kembali ciri khas makanan dari desa tamiajeng,” Endah Asmawati, S.Si., M.Si. Para mahasiswa juga membuat road map mini untuk memandu wisatawan yang akan datang berkunjung ke Desa Tamiajeng, Trawas.Diharapkan kampung kuliner Tamiajeng dapat berkembang dengan pesat dan dikenal banyak masyarakat. Mengingat banyaknya hasil produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

Desa lain di Mojokerto yang juga dibina Desa Selotapak. Pelatihan pengolahan sampah menjadi salah satu kegiatan dari pembinaan dan pendampingan Desa Selotapak. “Tujuan dari kegiatan ini memberikan pengetahuan ke warga tentang cara mengurangi sampah di setiap rumah tangga dengan melakukan pemilahan sampah,”ungkap Endah Asmawati, S.Si., M.Si. Kegiatan diawali dengan pengajian (sekitar 30 menit). Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang sampah, dampaknya dan bagaimana cara mengurangi sampah.

Pada materi ini juga dijelaskan tentang jenis-jenis sampah (organic, an organic, dan B3 (bahan berbahaya dan beracum) dan bagaimana cara memilah sampah tersebut. Setelah selesai penjelasaan, setiap peserta diberi kertas yang bergambar berbagai jenis sampah. Kemudian peserta tersebut harus menyebutkan kategori gambar sampah yang didapat. Untuk lebih memahami tentang pemilahan sampah maka kegiatan dilanjutkan dengan permainan berkelompok. Pada permainan ini, semua peserta dibagi menjadi kelompok kecil dengan jumlah anggota 5 orang per kelompok. Pada setiap kelompok, akan diberikan 25 gambar sampah dan setiap kelompok harus memisahkan sampah-sampah tersebut sesuai kategorinya. Kelompok yang melakukan dengan benar dan paling cepat akan mendapatkan hadiah.

Update: 02-09-2018 | Dibaca 494 kali | Download versi pdf: Berkat-Hibah-Kemenristekdikti--Desa--Wisata-Mojokerto-Makin-Berkembang.pdf