UBAYA DORONG PEMBENTUKAN KAMPUNG JAHE MOJOKERTO


  • 31-08-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

Ubaya- Mata pancaharian warga Desa Gading dan Gebangsari Kecamatan Jatirejo Mojokerto adalah petani tebu. Tidak ada produk unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi selain dari pertanian tebu. Melalui Hibah dari Kementerian Ristekdikti melalui program PKW (Program Kemitraan Wilayah), Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Nahdlatul Ulama (Unusa) berkolaborasi melakukan pendampingan dan pengabdian masyarakat untuk mengembangan potensi kedua desa Kecamatan Jatirejo.

Program hibah ini memasuki tahun ke 2, Arief Budhyantoro, S.Si., M.Si. Dr., Dra. Setiasih, M.Kes. dari Universitas Surabaya dan Dr. Rahayu Anggraini SKM.,M.Si dari Universitas Nahdlatul Ulama menjadikan dua desa binaan sebagai Kampung Jahe. . Kampung Jahe Mojokerto adalah sebuah komunitas ibu-ibu PKK Desa Gading yang dibentuk untuk menjadi penggerak dibidang usaha mikro produk makanan dan minuman berbasis hasil jahe.

“ Produk olehan ini diharapkan dapat menjadi produk unggulan desa yang memberikan dampak pada perekonomian keluarga”, ungkap Arief Budhyantoro, S.Si., M.Si. debagai Ketua Tim Hibah. Untuk memperkuat hal tersebut, tim pendamping dari Ubaya telah melakukan beberapa pelatihan dan pendampingan antara lain pembuatan produk minuman wedang jahe, sinom dan temulawak, pembuatan kue kering kukis jahe. Pelatihan dilakukan sejak bulan Juni 2018 dan produksi awal mulai dilakukan di awal Juli 2018. Pendampingan yang telah dilakukan adalah produksi minuman wedang jahe, temulawak dan sinom.

Beberapa produk yang dihasilkan oleh Kampung Jahe Mojokerto adalah minuman herbal seperti wedang jahe, sinom dan temulawak yang dikemas menggunakan cup atau botol kaca. Produk olahan kue kering berupa kukis jahe dengan bentuk karakter hewan maupun buah-buahan. Kedepan produk-produk unggulan yang dihasilkan diharapkan dapat semakin bervariasi namun diutamakan berbasis pada olahanberbasis jahe. Hal ini dilakukan karena di Desa Gading saat ini sedang dikembangkan tanaman jahe merah sebagai tanaman agrokultur unggulan desa.

“Kami tak hanya membekali terkait proses pembuatan produk namun juga bagaimana memasarkannya”, tambah Arief Budhyantoro. Pelatihan pemasaran produk-produk unggulan tersebut baik secara online(menggunakan media social) maupun secara offline. Hal ini dilakukan agar ibu-ibu PKK desa Gading mampu memasarkan produk-produknya secara mandiri, sehingga omset binis Kampung Jahe Mojokerto dapat meningkat.

Update: 31-08-2018 | Dibaca 2734 kali | Download versi pdf: UBAYA-DORONG-PEMBENTUKAN-KAMPUNG-JAHE-MOJOKERTO.pdf