Pertahankan Eksistensi Kampus Di Era Digital


  • 12-07-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA – Eksistensi perguruan tinggi pada era digital mendapatkan perhatian para civitas academica. Baik dalam dan luar negeri. Hal itu menjadi
hot issue selama konferensi internasional anggota Association of Universities of Asia and the Pacific (AUAP)- International Association of University Presidents (IAUP) di Hotel Novotel Samator, Jalan Kedung Baruk, kemarin.

Kegiatan bertema Developing the Sustainability of Higher Education Institutions in the Digital Era itu diikuti 105 pemimpin perguruan tinggi dari 26 negara. Universitas Surabaya (Ubaya) sebagai penyelenggara.

Rektor Ubaya mengatakan, semakin berkembang teknologi informasi, perlu ada perhatian khusus. Dia berharap dalam era revolusi Industri 4.0, eksistensi perguruan tinggi di seluruh dunia tidak hilang. ”Salah satu penyebabnya adalah perkuliahan masal secara online,” katanya.

Para mahasiswa bebas mengakses bahan kuliah dari beberapa perguruan tinggi terbaik di dunia secara gratis. Menurut dia, kegiatan semacam itu sempat merisaukan. ”Jika ada perkuliahan masal secara online, buat apa hadir di kampus,” tutur nya.

Karena itu, lanjut dia, para civitas academica perlu mengembangkan literatur berkualitas dan belum di-upload ke dunia digital. ”Sehingga mahasiswa datang ke kampus mendapatkan materi-materi baru yang belum dibahas sebelumnya,” ujarnya.

Ketua IAUP Kakha Shengelia mengatakan, berkembangnya peran teknologi robotik untuk mengganti peran manusia perlu mendapatkan perhatian. Sebab, hal tersebut berbahaya sekaligus bisa sangat positif. ”Karena mesin robot tidak bisa menggantikan perilaku dan perasaan alami manusia,” ucapnya.

Karena itu, dia mengajak kampus lain untuk mengedukasi kepada publik terhadap baik buruknya perkembangan teknologi robotik di era digital. (dan/c25/dio)

Jawa Pos, 11 Juli 2018

Update: 12-07-2018 | Dibaca 443 kali | Download versi pdf: Pertahankan-Eksistensi-Kampus-Di-Era-Digital.pdf