Pembeli Cari Rasa, Bukan Anak Siapa


  • 04-05-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA – Gibran Rakabuming Raka menjadi tamu Universitas Surabaya (Ubaya) kemarin (28/4). Putra sulung Presiden Jokowi itu berbagi cerita tentang bisnisnya. Dia juga mendorong anak muda untuk berani menjadi pengusaha. ”Kuncinya harus berani memulai. Jangan takut,” kata pria 30 tahun itu.

Gibran mengawali usahanya pada 2010 lewat katering Chilli Pari. Pilihannya jatuh pada bisnis kuliner karena menurut dia, usaha itu tidak ada matinya. Dia terus melakukan evaluasi dan inovasi agar usahanya terus berkembang. ”Sudah tidak perlu kebanyakan takut dengan risiko. Takut rugi, takut tidak laku, takut berkompetisi dengan pesaing. Jalani saja dulu,” katanya.

Proses belajar dalam dunia bisnis adalah pengalaman. Jika pengalaman itu tidak diciptakan, seseorang tidak akan bisa maju. Gibran menyebut bisnisnya itu sebagai usaha mandiri tanpa campur tangan ayahnya yang notabene orang nomor satu di Indonesia. ”Banyak yang bilang karena saya anak presiden Biarlah orang bicara itu. Yang diinginkan pembeli itu rasa, bukan anaknya siapa,” ujarnya.

Setelah menjalani bisnis katering dan wedding organizer (WO) hingga mempekerjakan lebih dari 500 orang, Gibran mengembangkan usahanya berupa Markobar (Martabak Kota Baru). Bisnis tersebut kini sudah memiliki 33 cabang di 16 kota di Indonesia.

Yang terbaru, Gibran menambah cabang di kawasan Surabaya Barat. ”Kami lihat peluang, kebutuhan pasar apa dan itu bisa dijadikan uang. Kita penuhi saja kebutuhan pasar,” katanya.

Gibran menjelaskan, inovasi dalam berbisnis itu sangat penting. Sebelumnya, dia hanya membuat martabak manis biasa. Kemudian, dia berkreasi dengan membikin martabak delapan rasa. Rencananya, Markobar juga go international.

Gibran melihat banyak kuliner luar negeri yang menyerbu Indonesia. Dia ingin membalik kondisi tersebut. ”Insya Allah, tahun ini kami buka di Manila,” ucap ayah satu anak itu.

Untuk anak muda yang hendak berbisnis, kata Gibran, langkah teknisnya adalah selalu melakukan riset produk dan pasar sebelum mewujudkan sebuah ide. ”Memulai bisnis itu tidak harus sendiri dengan modal sendiri. Tetapi, bisa dengan teman. Saya juga begitu. Kalau semua sendiri, susah,” tuturnya.

Manajer Pendampingan Aktivitas dan Kesejahteraan Mahasiswa Ridho Islamie mengatakan, pihaknya senang dengan kedatangan Gibran di kampusnya. Terlebih, dia bisa berbagi pengalaman dalam dunia bisnis. Antusiasme mahasiswapun sangat tinggi. ”Harapan kami, mahasiswa bisa memiliki bayangan di masa mendatang. Gibran sebagai role model anak muda yang memiliki ide kreatif,” ujarnya.

Mahasiswa yang hadir dikhususkan yang mengikuti mata kuliah kewirausahaan dan inovasi. Tujuannya, mereka bisa mendapat wawasan tentang kewirausahaan langsung dari praktisi. ”Anak-anak bisa belajar banyak dari Gibran bagaimana kiat mengawali usaha,” kata Ridho. (ayu/c7/ayi)

Jawa Pos, 29 April - 2018

Update: 04-05-2018 | Dibaca 1241 kali | Download versi pdf: Pembeli-Cari-Rasa--Bukan-Anak-Siapa.pdf