Mahasiswa Australia Tampilkan Tari Turonggo Yakso


  • 11-04-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA – Scott Cawston berusaha keras agar bisa menari turonggo yakso dengan sempurna di selasar Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) kemarin. Meski kali pertama belajar, Scott bersama delapan teman bulenya cukup lincah. Mereka menari lengkap menggunakan kostum dengan jaranan dan cambuk di tangan.

Ya, sembilan mahasiswa asing tersebut memang sedang belajar di Ubaya dalam kegiatan summer program selama dua minggu. Mahasiswa dari Queensland University of Technology (QUT) Australia itu belajar di Ubaya mengambil topik The Essential of Indonesian Property Market. Namun, di sela-sela kegiatan summer program tersebut, mereka juga belajar budaya Indonesia.

Sembilan mahasiswa asing itu adalah Scott, Liam Cassidy, Timothy Chee, Thomas Duke, Jamie Kim, Bailey Pitt, Jessica Skinner, Shaun Wallace, dan Mathew Yu. Setelah belajar sehari, mereka langsung mempraktikkannya di depan umum.

Scott mengaku sangat tertarik dengan budaya Indonesia. Dia baru melihat tarian jaranan asal Trenggalek itu. Diapun langsung jatuh hati. "Sulit, tapi saya senang. Tariannya bagus,” katanya.

Kepala Kantor Hubungan Internasional Ubaya Adi Prasetyo Tedjokusuma mengungkapkan, kegiatan tersebut memang bertujuan mengenalkan budaya Indonesia. Kali ini, pihaknya mengajarkan tarian jaranan asal Trenggalek turonggo yakso. "Tarian itu berarti kuda raksasa, jarang ditampilkan,” ucapnya.

Adi menjelaskan, selama belajar di Ubaya, sembilan mahasiswa asing tersebut akan diberi pengetahuan tentang budaya Indonesia. (ayu/c17/dio)

Dikutip dari Jawa Pos, 10 April 2018

Update: 11-04-2018 | Dibaca 2051 kali | Download versi pdf: Mahasiswa-Australia-Tampilkan-Tari-Turonggo-Yakso.pdf