Lebih Mengenal Tradisi Tionghoa


  • 05-03-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA – Kegiatan Festival Kampung Tionghoa di Universitas Surabaya (Ubaya) begitu meriah kemarin (2/3). Beragam tradisi Tionghoa dikupas habis dalam event yang dihelat Fakultas Psikologi Ubaya tersebut. Mulai musik, pakaian pernikahan, bela diri wushu, wayang potehi, tarian tradisional, pertunjukan barongsai, hingga lomba menghias amplop angpao dan membuat lampion.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelajaran mul tikultural. Imlek merupakan salah satu tradisi yang melekat pada orang-orang Tionghoa. Bahkan, warga Tionghoa yang beragama Islam maupun Kristen masih tetap merayakan tradisi tersebut. Festival itu juga diikuti mahasiswa dan pelajar di Kota Surabaya.

"Biasanya kan orang merayakan Idul Fitri, Natal, Nyepi. Nah, Imlek juga menjadi salah satu budaya Tionghoa," kata Listyo Yuwanto, penanggung jawab Festival Kampung Tionghoa. Dosen psikologi Ubaya itu mengatakan, banyak orang yang sekadar mengetahui serangkaian tradisi Tionghoa.

Namun, belum semua memahami makna-makna dari tradisi tersebut. Mislanya, makanan cap go meh yang biasa dimakan pada hari ke-15 perayaan Imlek. "Setiap warna yang digunakan dalam tradisi Imlek juga memiliki makna sendiri," ucapnya. (ayu/c15/dio)

dikutip dari Jawa Pos, 03 Maret 2018

Update: 05-03-2018 | Dibaca 1617 kali | Download versi pdf: Lebih-Mengenal-Tradisi-Tionghoa.pdf