Seminar International Lawan Korupsi Sambut 50 Tahun Ubaya


  • 14-02-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

Surabaya,channel-indonesia.com – Untuk menyambut 50 tahun Univeristas Surabaya Fakultas Hukum Ubaya gelar Seminar International bertema “Combating Corruption and its Extraordinary Effort in The Comparative Perspective”di Auditorium Fakultas Hukum, Universitas Surabaya, pada Selasa, 13/02/2018.  Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Surabaya dan Faculty of Law, Thammasat University serta US Department of Justice. Pembicara kali ini adalah Mr. Peter Ainsworth, Federal Criminal Prosecurtor, United States Dept. Of Justice, USA serta Asst. Prof.Dr. Ronnakorn Bunmee, LL.B., LL with Merit, Faculty of Law, Thammasat University, Thailand serta Dr.Go Lisanawati SH.,M.Hum dari Fak.hukum Ubaya dan di buka oleh Dr. Suhartati, S.H., M.Hum. selaku Ketua Pelaksana.

Dalam sambutanya, Dr. Suhartati, S.H., M.Hum.mengatakan bahwa masalah korupsi adalah salah satu masalah yang sangat sulit di berantas dan selalu menjadi masalah prioritas utama di Indonesia. Ini menjadi bentuk keprihatinan atas prilaku korupsi yang makin tidak terkendali. “Dalam tindakan korupsi kita selalu mengambarkanya dalam bentuk prespektif lokal, tetapi di Fakultas Hukum Ubaya kami mencoba bagaimana tindakan pemberantasaan korupsi ini tidak hanya pada nasional, tetapi mencoba prespektif yang lebih luas yaitu komperatif prespektif pendekatan antara Indonesia dan negara lain”.

Pada seminar ini Fakultas Hukum Ubaya bekerjasama dengan dua negara Amerika dan Thailand serta 33 aktivis berasal dari seluruh Indonesia. “Kami bekerjasama dengan negara lain dan aktivis karena tindakan pemberantasaan korupsi bukan hanya di lakukan Indonesia seorang diri” tambah Suhartati selaku Ketua Panitia. Seminar yang mengadopsi pengalaman dari beberapa negara terkait kasus termasuk korupsi di USA, Amerika. Menurut Mr. Peter Ainsworth, Federal Criminal Prosecurtor, United States Dept. Of Justice, USA tindakan korupsi seringkali melakukan pencucian Uang hasil korupsi ke dalam bentuk properti Ilegal, Rek bank, dan menggunakan orang lain sebagai perantara hasil korupsi.

Contoh kasus pencucian uang, pemerasan dan pembunuhan yang di lakukan oleh Pavlo Lazarenko di Ukraina. Pavlo membawa hasil korupsi ke Amerika dan melakukan pencucian uang kemudian digunakan membeli beberapa properti ilegal sebagai bentuk menghilangkan jejak kejahatannya. Namun Amerika mempunyai cara untuk mengungkapkan kasus tersebut, dengan mengirimkan FBI, Jaksa dan penyidik ke Ukraina, sehingga kasus korupsi tersebut dapat di ungkapkan. “Hasil pencucian uang di Amerika bukanlah hal yang mudah di lakukan oleh koruptor, karena selain terlibat dalam hukum internasional juga akan bertanggung jawab terhadap hukuman seumur hidup” ungkap Mr. Peter Ainsworth, Federal Criminal Prosecurtor. Tindakan korupsi bukan hanya merugikan Indonesia secara ekonomi tetapi juga dapat merugikan negara lain baik secara moril mau pun materiall tutup Dr. Suhartati, S.H., M.Hum. saat di wawancara. (Ad)

http://channel-indonesia.com

Update: 14-02-2018 | Dibaca 1692 kali | Download versi pdf: Seminar-International-Lawan-Korupsi-Sambut-50-Tahun-Ubaya.pdf