Promosikan Potensi Wisata Dengan Board Games


  • 22-01-2018
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA – Florentina Tiffany ingin sekali mengenalkan potensi wisata di Kota Pahlawan. Caranya dengan membuat board game Sliwar Sliwer Surabaya dengan ikon-ikon wisata. Ide kreatif tersebut dipamerkan di ruang seminar lantai 2 Gedung International Village Ubaya kemarin (17/1).

Ide tersebut berawal dari rasa penasaran Tiffany. Saat itu dia pernah mengikuti seminar persiapan UN Habitat. Dalam seminar tersebut, narasumber me nyebutkan bahwa Surabaya memiliki banyak potensi wisata. Padahal, selama ini yang paling dikenal adalah pusat bisnis, jasa, dan industri. "Memang ada wisata yang menarik di Surabaya? Saat itu juga saya langsung mencari literatur,” katanya.

Perempuan 22 tahun itu mendatangi satu per satu wisata yang ada di Surabaya. Kemudian, tercetus ide untuk mengenalkan tempat-tempat wisata ikonik di
Surabaya lewat permainan. "Saya memilih board game karena saat ini sangat happening,” ujarnya.

Board game bukan sekadar permainan, tetapi juga bisa menjadi hiasan rumah. Ada sembilan ikon yang dibuat. Yakni, Taman Bungkul, Siola, Balai Kota Surabaya, Monumen Kapal Selam, Tugu Pahlawan, Kebun Binatang Surabaya, Balai Pemuda, Museum 10 Nopember, serta gabungan Monumen Bambu Runcing dan Patung Sura-Baya. Setiap board game terdiri atas miniatur bongkar pasang, papan, dadu, 2 pion, 50 koin, dan kartu bergambar wisata-wisata di Surabaya.

Tiffany mengatakan, untuk membuat produk tersebut, dirinya membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun. Sebab, dia harus mendatangi satu per satu wisata yang akan dijadikan tema. Setelah foto-foto wisata tersebut terkumpul, baru dia membuat desain produk dari kayu sungkai. "Saya bikin sketsa dulu, baru membuat produk. Kurang lebih tiga bulan,” ujar mahasiswa semester VII itu.

Putri pasangan Soebagio Kusumo Widagdo dan Rini Arijati Pribadi tersebut menambahkan, produk itu bisa menjadi suvenir khas. Apalagi, board game saat ini digemari anak-anak muda. "Bisa sekaligus mengenalkan wisata Surabaya. Saya ingin tidak hanya di Indonesia, tetapi juga mancanegara,” tandasnya.

Dalam pembuatannya, dia mengatakan tidak mudah. Khususnya, dalam mendesain konsep permainan . Uji coba dilakukan hingga berulang-ulang. “Saya uji coba terus agar sistem permainannya benar-benar tepat dan menyenangkan,” katanya.

Board game tersebut dapat dimainkan maksimal empat orang. Kini, produk tersebut siap dipasarkan. (ayu/c7/dio)

Dikutip dari Jawa Pos, 18 Jan 2018

Update: 22-01-2018 | Dibaca 2450 kali | Download versi pdf: Promosikan-Potensi-Wisata-Dengan-Board-Games.pdf