300 Mahasiswa Jadi Kakak Asuh CSR Dinsos


  • 01-06-2016
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA - Jumlah perguruan tinggi (PT) yang bergabung dengan program campus social responsibility (CSR) Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya bertambah. Pada 2015 ada 21 PT yang ikut program tersebut. Tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 23 PT.

''CSR dinsos dimulai pada 2014. Tahun pertama hanya 19 PT yang mau bergabung. Tapi, tahun berikutnya bertambah dua kampus dan sekarang bertambah dua kampus lagi,'' ujar Direktur CSR Dinsos Surabaya Atiyun Najjah Indhira.

Bertambahnya PT juga membuat jumlah volunter CSR meningkat. Pada 2014 hanya ada 215 mahasiswa yang mendedikasikan diri sebagai kakak asuh di CSR dinsos. Pada 2015, jumlah volunter bertambah cukup signifikan. Yakni, mencapai 265 mahasiswa. ''Saat ini sudah ada 300 mahasiswa yang bergabung,'' tutur Ayun, sapaan Atiyun.

Ayun menjelaskan, CSR dinsos bertujuan mendampingi anak-anak dengan masalah sosial. Program tersebut menyasar anak usia sekolah, yakni 7-18 tahun, yang putus sekolah dan rentan putus sekolah. ''Yang putus sekolah kami ajak agar mau melanjutkan sekolah atau ikut ujian paket. Sedangkan yang rentan kami dorong agar terus sekolah,'' paparnya.

Pendampingan dari kakak asuh ke adik asuh bisa dilakukan di mana saja. Mulai rumah adik asuh hingga taman kota. Bahkan, kemarin (31/5) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Ubaya mengundang belasan adik asuh untuk mengikuti sosialisasi tentang bahaya narkoba di B.1.1 Kampus Politeknik Ubaya di Jalan Ngagel Jaya Selatan.

Update: 01-06-2016 | Dibaca 4264 kali | Download versi pdf: 300-Mahasiswa-Jadi-Kakak-Asuh-CSR-Dinsos.pdf