Samakan Persepsi, Hal Utama Membangun Jiwa Kepempinan


  • 29-02-2016
  • Fadjar Efendy Rasjid

Terkadang kita sering bertanya, pemimpin yang berkompeten itu seperti apa? Dr. M. Adi Toegarisman selaku Jaksa Agung Muda Intelejen, mencoba menjawab kumpulan pertanyaan ini dengan menjadi pembicara pada acara yang bertema “Integritasi dan Kepempinan dalam Penegakan Hukum,” pada 21 Februari 2016. Acara ini diadakan pada serangkaian LKTD (Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar) Fakultas Hukum Ubaya yang dilaksanakan pada 19 - 21 Februari 2016 di Ubaya Training Center (UTC), Trawas, Mojokerto.

Disela kesibukannya, Adi Toegarismanmenyempatkan diri untuk menjadi pembicara dihadapan 80 mahasiswa Fakultas Hukum Ubaya dan beberapa pihak alumni. “Saya ingin mahasiswa Ubaya mempunyai wawasan kepemimpanan, karena bangsa ini sangat membutuhkan karakter pemimpin yang berkompeten,” ujarnya dengan semangat.

Hari terakhir LKTD dibuka dengan pemberian materi tentang kepemimpinan dan integritas. Adi Toegarisman menegaskan bahwa sikap kepemimpinan tidak hanya harus dimiliki oleh para penegak hukum saja, namun setiap diri manusia haruslah memiliki jiwa kepemimpinan untuk menyelesaikan maslaah serta agar dapat diterima di lingkungan masyarakat dengan baik. Adi Toegarisman juga menjelaskan sikap yang harus ada untuk menjadi pemimpin yang baik, yaitu memiliki perubahan karakter dari dalam diri, memiliki visi yang jelas, dan memiliki kemampuan atau kompetensi yang tinggi.

Selain itu, Adi Toegarisman juga memaparkan tiga macam kekuatan sinergi hukum dan moral, yaitu Juristische Geltung (kekuatan berlaku yuridis / Undang-undang), Soziologische Geltung (kekuatan berlaku sosial),dan Philosophische Geltung (kekuatan berlaku filosofis). Ditengah acara sempat diadakan sesi tanya jawab dan terdapat sekitar tujuh mahasiswa Fakultas Hukum mengajukan pertanyaan interaktif kepada pembicara.

Pada penghujung acara adalah pemberian souvenir oleh Dr. Go Lisanawati, S.H., M.Hum., selaku Wakil Dekan I Ubaya kepada Dr. M. Adi Toegarisman dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan mahasiswa dan alumni.

“Samakan persepsi dan pemahaman tentang kepemimpinan. Jangan dipikir hanya mau jadi pemimpin semata, tetapi harus ada pemahaman yang sangat mendasar tentang sikap kepemimpinan yang berkompeten,” tutup Adi pada akhir kunjunganya. (sr)

Update: 29-02-2016 | Dibaca 6702 kali | Download versi pdf: Samakan-Persepsi--Hal-Utama-Membangun-Jiwa-Kepempinan.pdf