Tangan Dingin Martin Setia Budi Bawa UBAYA Juara LIMA Futsal 2015 NC


  • 29-05-2015
  • Fadjar Efendy Rasjid

Keberhasilan Universitas Surabaya (UBAYA) dalam meraih gelar juara pertama di regional LIMA Futsal 2015 Nusantara Conference, tak lepas dari racikan tangan dingin sang pelatih, Martin Setia Budi.

Pria kelahiran Surabaya, 24 Februari 1983 tersebut mampu membawa timnya menyapu bersih semua laga yang mereka lakoni. Coach Martin, panggilan akrabnya, menuturkan kiat-kiat keberhasilannya meraih juara di kompetisi ini.

”Menambah rasio latihan sebanyak tiga kali dalam seminggu, rutin mengadakan pertandingan uji coba, dan menanamkan rasa disiplin terhadap para pemian adalah kunci utama kesuksesan kami untuk dapat meraih gelar juara di regional LIMA Futsal 2015 Nusantara Conference,” tutur Martin.

Martin yang notabene alumni UBAYA sudah paham betul dengan karakter permainan UBAYA. Terbukti ia berhasil menerapkan strategi yang tepat untuk UBAYA dan ketika disinggung mengenai strategi apa yang diterapkan terhadap UBAYA, Martin mengaku selalu menerapkan kepada para pemain untuk selalu bermain sabar dan tidak terpancing irama permainan lawan.

”Soal strategi yang saya terapkan terhadap para pemain biasanya untuk lebih bersabar dan tidak terpancing permainan lawan. Setelah permainan lawan mulai lengah dan saya mengetahui kelemahannya, barulah saya ubah strategi menjadi lebih offensive. Terbukti, dengan strategi itulah kami dapat meraih hasil yang memuaskan di regional LIMA Futsal 2015 Nusantara Conference ini,” tambah Martin.

Tak heran, berkat strategi ini tim futsal UBAYA menjadi salah satu tim asal Jawa Timur yang patut diwaspadai. Bahkan di kampusnya sendiri, pamor tim futsal UBAYA mampu menyaingi tim basketnya yang musim lalu berhasil meraih juara nasional LIMA Basketball season 2.

Pemain UBAYA, Septiyan Dwi Candra, merasa bersyukur dapat dilatih oleh Martin. Di mata Septiyan, Coach Martin adalah sosok pelatih yang keras dan selalu menerapkan disiplin tinggi terhadap para pemain. Bukan hanya strategi di dalam lapangan, pelatih yang indentik dengan kedisiplinan itu dinilai Septiyan sebagai motivator andal.

“Saya merasa Coach Martin adalah pelatih yang tepat bagi UBAYA. Selain menjadi pelatih yang berkarat ter, Coach Martin juga saya anggap sebagai Motivator yang andal ketika sedang berlatih maupun bertanding,” kata Septyan.

Update: 29-05-2015 | Dibaca 7639 kali | Download versi pdf: Tangan-Dingin-Martin-Setia-Budi-Bawa-UBAYA-Juara-LIMA-Futsal-2015-NC.pdf