Pulang Dari Thailand, Menyadari Diri Sebagai Calon Penerus ASEAN


  • 09-02-2015
  • Fadjar Efendy Rasjid

Berkunjung dan belajar di luar negeridengan gratis dan dibiayai penuh oleh Ubayamerupakan kesempatan langka. Dua mahasiswa Ubaya berkesempatan menikmati kesempatan langka itu, dalam ASEAN Institute International Workshop yang diadakan Siam University, Bangkok, Thailand pada 17-25 Januari 2015 lalu. Mereka adalah Michelle Anastasia Wenas, mahasiswi Fakultas Farmasi angkatan 2011 dan Muhammad Nugraha Eka Wardana, mahasiswa jurusan Proffesional Accounting, Fakultas Bisnis dan Ekonomika angkatan 2013.

Bersama dengan 22 mahasiswa lainnya dari 14 negara yang berbeda, mereka mempelajari banyak hal.ASEAN Citizenship, peluang-peluang bisnis, budaya Thailand, transportasi dan pelabuhan-pelabuhan di Thailand, regulasi uang di Thailand, perkembangan ASEAN di mata dunia adalah beberapa hal yang mereka peroleh di sana. Di sana mereka juga berkesempatan untuk melakukan presentasi tentang Indonesia dan mempromosikan Ubaya. Dalam beberapa sesi, mereka juga diwajibkan untuk mengenakan pakaian tradisional dari negara masing-masing.

“Yang paling berkesan itu, pertama kita sebagai calon penerus ASEAN kedepannya dijelaskan supaya tahu keadaan ASEAN sekarang ini bagaimana. Karena banyak yang tidak tahu tentang hal ini, jadi, tujuan kita dipertemukan dalam acara ini adalah agar kita tahu kondisi kita di masa mendatang. Jadi, bisa disiapin dari awal, bisa diterapin, dan kasih tahu ke temen-temen yang lain bagaimana kondisinya,” ujar Nugraha menjelaskan.

Tak hanyaseriusbelajar, mereka juga sempat jalan-jalan ke beberapa tempat bersejarah di Thailand seperti Grand Palace. Selain itu kunjungan ke Queen Gallery, Bank of Thailand, pabrik perusahaan sea food kaleng, United Nation, pelabuhan terkenal di Pattaya, floating market Pattaya, dan Pantai Pattaya semakin memuaskan mata mereka.Selain memperlancar kemampuan berbahasa Inggris, acara itu meninggalkan kesan mendalam bagi mereka berdua.

“Saya bersyukur bisa dapet kesempatan yang nggak semua orang bisa dapetin ini. Bagiku semua pengalaman di sana berharga. Dan yang paling berkesan kita juga bisa ketemu dengan orang-orang penting di Thailand sekaligus semeja dengan gubernur. Kita juga memanfaatkan kesempatan di sana, di luar jadwal yang ditentukan, kita jalan-jalan sama temen-temen dari negara lain ke Night Market, saling mengakrabkan diri satu sama lain juga,” tambah Michelle.

Nugraha pun menambahkan kesannya terhadap pengalaman-pengalamannya selama di Thailand, “Nggak terlupakan pokoknya. Soalnya pengalaman ini sangat berharga. Meskipun suatu saat misalnya kita ke sana dengan biaya sendiri, nggak akan dapet pengalaman yang sama seperti ini.” (mlv/wu)

Update: 09-02-2015 | Dibaca 9842 kali | Download versi pdf: Pulang-Dari-Thailand--Menyadari-Diri-Sebagai-Calon-Penerus-ASEAN.pdf