Ekonomi Melesu, Rakyat Rawan Terjebak Investasi Bodong


  • 28-01-2015
  • Fadjar Efendy Rasjid

suarasurabaya.net - Kasus arisan atau investasi bodong sebenarnya bukan hal baru, yang jadi tanda tanya justru kenapa masih saja ada korbannya. DR. Deddy Marciano Dosen Managemen Finance Ubaya mengindikasikan itu terjadi karena ekonomi yang tidak stabil dan melesu.

"Kalau ekonomi baik dan stabil orang tidak akan kepikiran kemana-mana, lah kalau ekonomi sulit orang pingin dapat uang gede, larinya bisa ke hal-hal yang berbahaya seperti itu," terang Deddy pada Suara Surabaya menanggapi terungkapnya arisan bodong via facebook, Selasa (27/1/2015).

Dia menyebutkan, investor harus memastikan lembaga penyelenggaranya adalah resmi, "Pastikan dulu, ada ijinnya tidak, terdaftar di OJK tidak, nah kalau tidak yang jangan terlalu berani ambil resiko," katanya.

Saat ini, para korban investasi atau arisan bodong biasanya tergiur dengan return yang tinggi, pelaku biasanya menawarkan keuntungan yang sangat besar, "padahal rumus investasi itu, high return high risk, harus hati-hati apalagi itu via internet," tambahnya.

Deddy juga mengingatkan apapun itu bentuk atau instrumen investasinya yang paling penting adalah kontrol diri, jangan sampai mudah tergiur. (rst)

Foto : Deddy Marciano dan Skema Arisan Berjenjang

Sumber: SuaraSurabaya.Net

Update: 28-01-2015 | Dibaca 9118 kali | Download versi pdf: Ekonomi-Melesu--Rakyat-Rawan-Terjebak-Investasi-Bodong.pdf