Belajar Menulis Berita Kriminal


  • 03-03-2014
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA – Menulis berita kriminal harus hati-hati, jangan terjebak menyimpulkan fakta tanpa bukti-bukti yang nyata. Pelajaran tersebut kemarin (1/3) didapatkan 23 mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) yang mengikuti pelatihan jurnalistik di Rumah Dahlan Iskan di Jalan Bali 24.

Para mahasiswa mengikuti simulasi menulis berita tentang peristiwa tewasnya ibu, dua anak, dan seorang cucu lantaran menenggak racun serangga. Peristiwa yang diduga akibat bunuh diri itu terjadi di dua tempat berbeda, yakni di Pekalongan dan Cirebon. Itu kisah nyata yang dimuat di Jawa Pos edisi Sabtu kemarin.

"Mahasiswa berlatih menghubungkan dua peristiwa di dua kota yang berbeda dalam satu berita," ujar Tomy C. Gutomo, pemandu pelatihan jurnalistik di Rumah Dahlan Iskan.

Dalam pelatihan tersebut mahasiswa mendapatkan tiga materi dasar jurnalistik. Tiga materi itu adalah teknik reportase dan menulis berita yang disampaikan Endrayani Dewi (redaktur Metropolis Jawa Pos), fotografi jurnalistik yang diberikan Guslan Gumilang (fotografer Jawa Pos), serta tata letak dan desain grafis yang disampaikan Alvian Kurniadi (desainer halaman Metropolis Jawa Pos).

Alvian kemarin juga mengapresiasi sekaligus mengkritisi desain dan tata letak Warta Ubaya, tabloid milik mahasiswa Ubaya. ”Tabloid ini perlu menggunakan kolom untuk memudahkan pembacanya menyimak isi berita,” tuturnya. (dim/c9/tom)

Sumber: Jawa Pos, 2 Maret 2014

Update: 03-03-2014 | Dibaca 10298 kali | Download versi pdf: Belajar-Menulis-Berita-Kriminal.pdf