Putri Ubaya Berjaya


  • 08-01-2013
  • Fadjar Efendy Rasjid

Amri Amrullah

Ubaya salah satu tim favorit juara di grand final Lima

Surabaya - Sudah pasti lolos ke grand final Liga Mahasiswa (Lima) tidak mengendurkan semangat tim putri Universitas Surabaya (Ubaya) saat tampil di final Lima Java Conference, Ahad (23/12). Ubaya tampil atraktif untuk  merebut gelar juara dengan mengalahkan Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang 67-46 di GOR Ubaya.

Laga berlangsung ketat pada kuarter pertama. Ubaya hanya mampu unggul 14-12. Tapi, tim asuhan Wellyanto Pribadi itu bermain gemilang pada kuarter berikutnya. Ubaya mengemas 18 angka dan hanya kemasukan enam poin untuk menutup half time dengan 32-18.

Unibraw yang tak mau kalah begitu saja mencoba memberikan perlawanan. Tapi, ketatnya pertahanan Ubaya membuat Unibraw hanya bisa mengemas 13 poin dan kemasukan 19 angka. Ubaya makin menjauh 51-31 pada akhir kuarter ketiga. Selisih 20 angka terlalu jauh untuk dikejar Unibraw pada perempat akhir. Unibraw hanya bisa menambah 15 angka dan kemasukan 16 poin untuk mengakui keunggulan Ubaya.

Hasil ini memperpanjang catatan kemenangan Ubaya atas Unibraw. Pada pertemuan di laga regular, Ubaya menaklukkan Unibraw 68-36 pada gim pertama dan 72-54 pada laga kedua. Pada pertemuan kedua itu, pelatih Wellyanto Pribadi hanya menurunkan pemain cadangan.

Welly kembali lebih banyak memberikan kesempatan kepada para pemain cadangannya di final sebab, para pemainnya sudah bermain habis-habisan di Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN di Laos, pekan lalu. Ubaya yang mewakili Indonesia meraih perunggu setelah mengalahkan Laos.

"Pemain kita sudah dipaksa mengeluarkan kemampuannya di Laos. Jadi, mereka harus lebih banyak beristirahat," kata Welly kepada Republika, usai laga.

Ini menunjukkan, Ubaya masih menjadi tim favorit tidak hanya di Surabaya, tapi juga pada grand final Lima yang akan berlangsung di Jakarta pada Februari 2013. Apalagi tim putri Ubaya merupakan juara tahun lalu saat kompetisi ini masih bernama Libama Nasional. "Target kami bisa kembali menjadi juara di grand final," kata Welly.

CEO Lima Ryan Gozali yang turut hadir dalam laga final East Java Conference memuji ketangguhan Ubaya. "Saya yang termasuk menjagokan Ubaya di gran final," kata dia.

Tim putri Unibraw tak perlu berkecil hati. Karena, meski kalah mereka tetap dapat mewakili Jawa Timur di final Nasional. Sebab, wilayah ini mendapatkan kuota dua tim putra dan tim putri. Di bagian putra, Jawa Timur diwakili Ubaya dan Universitas Airlangga (Unair). Di final, Ubaya mengalahkan Unair 66-59. "Harapan kita, salah satu dari mereka bisa menjadi juara atau finalisnya," ujar Ryan.

Ryan menyerahkan langsung trofi dan uang pembinaan kepada tim juara. Juara pertama putra-putri mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp. 3,5 juta. Runner-up mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 2,5 juta dan peringkat ketiga mendapatkan uang pembinaan Rp 1,5 juta.

Baru wilayah Jawa Timur yang telah mendapatkan wakil yang berlaga di grand final Lima 2012/2013. Daerah lain, seperti Greater Jakarta dan Central Java- DIY Conference masih menggelar pertandingan regular yang akan dimulai kembali pada Januari 2013. Sementara, West Java Conference tinggal menggelar laga penentuan juara.

Grand final Lima akan mempertemukan 12 tim putra dan 10 tim putri. Jakarta dan sekitarnya mendapatkan kuota tiga tim putra dan tiga tim putri Jawa Barat mendapatkan jatah tiga tim ptra dan dua tim putri.

Jawa Tengah dan Yogyakarta berhak mengirimkan tiga tim putra dan dua tim putri. Jawa Timur mendapatkan jatah masing-masing dua tim putra dan putri. Sementara, wilayah di luar Jawa berhak mengirimkan satu tim putra dan satu putri.

Sumber: Republika, 24 Desember 2012

Update: 08-01-2013 | Dibaca 7722 kali | Download versi pdf: Putri-Ubaya-Berjaya.pdf