Suami Istri Ini Selalu Cumlaude Dari S1 Hingga S2 Dalam Satu Jurusan (memperoleh Rekor Muri)


  • 18-10-2012
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURYA Online, SURABAYA - Tidak ada yang percaya dengan pasangan suami istri asal Surabaya ini. Mereka berjodoh  hingga menjadi suami istri sejak S1 di program studi Ilmu Hukum Universitas Ubaya (Ubaya). Keduanya pun seakan seia sekata hingga pasutri ini kembali satu jurusan saat menempuh S2 hingga S3.

Mulai sarjana hingga doktor, pasutri ini selalu satu angkatan di jurusan yang sama. Sama-sama mencintai dan mendalami ilmu hukum. Yang luar biasa dan sulit dipercaya, keduanya sama-sama meraih nilai cumlaude dalam setiap jenjang pendidikan kesarjanannya.

Pasutri tersebut adalah Martin Suryana dan Suhartati. Sama-sama alumnus Ubaya yang kini baru saja meluluskan program doktor di Unair. Pasutri ini tinggal menunggu wisuda Unair pada Sabtu (20/10/2012) besok.

Saat S1 dan S2 di Ubaya, keduanya bahkan informasinya sumacumlaude. Kini, pasutri ini juga berada di jurusan yang sama di program doktor Unair, mereka juga lulus secara bersamaan dengan nilai cumlaude.

"Luar biasa pasangan suami istri ini. Benar-benar jodoh dalam segala hal hingga jurusan dan nilai pun berjodoh," reaksi Prof Mangestuti Agil, Humas Unair kepada surya.co.id, Kamis (18/10/2012).

Martin dan Suhartati adalah sosok langka yang hingga berjodoh. Entah apa yang mendorongnya sehingga keduanya memutuskan menekuni bidang ilmu yang sama dan selalu satu angkatan mulai sarjana hingga doktor. Yang hebat lagi, selalu di kampus yang sama seakan tak mau dipisahkan.

Kini, Martin dan Hartati tak lagi sekadar promosi gelar Doktor, tapi sudah pasti disandang dalam Program Doktor Program studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unair. Benar-benar bangga dan bahagia bahwa sepasang suami istri di wisuda bareng sejak S1 hingga S3 di kampus yang sama.

"Nanti siang pukul 12.00 kami rilis khusus keduanya di Rektorat Unair. Selamat untuk keduanya. Mudah-mudahan makin langgeng dan makin kolaboratif mendalami ilmu hukum," kata Mangestuti.

Sumber: Surya Online, http://surabaya.tribunnews.com

 

Rekor Muri untuk Pasutri Doktor Unair
 

SURABAYA - Pasangan suami istri Martin Suryana-Suhartati akhirnya berhasil mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri). Rekor yang mereka terima adalah pasangan yang menempuh pendidikan dari S-1 sampai S-3 bersama-sama dan selalu cumlaude.

Anugerah tersebut akan diberikan ketika mereka diwisuda doktor dari Unair pada Sabtu depan (20/10). Martin-Suharti memang punya kisah cukup unik. Pasangan suami istri itu mengawali kuliah di Ubaya pada 1995. Pada 1999 Martin lulus dengan IPK 3,81, sedangkan Hartati 3,83. Pada tahun itu juga mereka melanjutkan kuliah magister hukum di Ubaya. Mereka lulus pada 2001 dengan IPK Martin 3,99 dan Hartati 3,75.

Setahun kemudian mereka menikah. Baru pada 2010 mereka melanjutkan program doktor ilmu hukum di Unair. IPK Martin dengan gelar doktor itu 3,86, sedangkan Hartati 3,85. "Kuliah S-3 kami tempuh dua tahun tiga bulan," kata Martin yang menjadi advokat itu.

Profil pasutri itu sendiri pernah dimuat di halaman Metropolis Jawa Pos pada 21 Juni 2012 lalu, sesaat setelah mereka ujian doktor. Martin ujian doktor pada 20 Juni, sedangkan Suhartati ujian doktor pada 19 Juni.

"Kami mengusulkan untuk mendapat rekor Muri dari teman. Awalnya iseng saja, tapi akhirnya dapat," kata Martin. Surat dari Muri itu bertanggal 25 Juli 2012, sebulan setelah pasangan tersebut ujian doktor. Seingat Hartati, surat itu mereka terima pada Agustus.

"Sebenarnya saya ingin memberikan kejutan tersendiri kepada istri atas rekor Muri ini," kata Martin. Tapi, akhirnya Hartati tahu tentang keberhasilan mereka. Bagi Hartati rekor itu diharapkan bisa menginspirasi orang banyak. Terutama bagi dua buah hati mereka, Clifford Breva Suryana dan Clarence Amabelle Suryana. (jun/c2/oni)

Sumber: Jawa Pos, 19 Oktober 2012

 

Lulus S1-S3 Selalu Bersamaan, Pasutri di Surabaya Raih MURI

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pasangan suami-istri di Surabaya meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Keduanya mendapat penghargaan setelah menempuh studi S1, S2, dan S3 secara bersamaan dan selalu lulus "cumlaude".

Mereka adalah Dr Martin Suryana SH MHum dan Dr Suhartati SH MHum.

"Kami tidak pernah berpikir untuk mendapatkan rekor dari MURI itu, tapi saat kami lulus S3 bersamaan banyak teman mengucapkan selamat sambil bilang kami layak mendapat MURI," kata Martin didampingi istrinya di Rektorat Universitas Airlangga Surabaya, Kamis.

Martin mengatakan, penghargaan itu tidak hanya untuk dirinya, namun juga harus dijadikan inspirasi bagi generasi muda dalam mencapai cita-cita.

"Kami bisa menjadi inspirasi bahwa tidak selamanya pacaran saat kuliah itu akan mundur dalam berprestasi. Buktinya, kami mampu membalik pandangan masyarakat itu dengan fakta yang diakui MURI itu," kata ayah dari dua anak itu.

Praktisi hukum yang juga dosen di Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya itu, menjelaskan dirinya bersama istri yang sama-sama menempuh studi S1 dan S2 di Universitas Surabaya (Ubaya) serta S3 di Unair itu justru saling mendukung dan memberi semangat.

Sementara itu, sang istri Suhartati yang menjadi dosen di Ubaya menceritakan dirinya bersama suami semula bertemu saat lomba debat dan lomba karya tulis ilmiah pada saat semester satu di Ubaya (S1).

"Suasananya saat itu justru berkompetisi, bahkan saya sempat benci, karena cowok kok ngomongnya cukup tajam, tapi akhirnya kami berpacaran gara-gara saya mengantar jus tomat, karena saya kasihan dengan dia yang anak kos dari Sidoarjo," tuturnya, mengenang.

Namun, dirinya bersama suami akhirnya memutuskan menikah pada tahun 2002 setelah menyelesaikan S2 pada tahun 2001, tapi saat menempuh studi S2 itu sudah bertunangan, sedangkan studi S3 ditempuh pada tahun 2010-2012.

"Bagi saya, kami menempuh studi bersamaan sejak S1 hingga S3, karena kami ingin menjadi 'role model' bagi orang lain, terutama anak. Mendidik anak itu tidak cukup dengan menyekolahkan, tapi kami memberi contoh," tukasnya.

Redaktur: Hazliansyah
Sumber  : Antara