Lustrum Ke VI Fakultas Psikologi Ubaya


  • 05-10-2012
  • Fadjar Efendy Rasjid

Masalah Perkotaan Hari ini Dibahas di Ubaya

SURYA Online, SURABAYA - Sejumlah tokoh dan pakar penataan kota dijadwalkan hadir dalam Nasional Confference yang digelar di gedung Perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya) hari ini Kamis (4/10/2012). Seminar nasional ini akan mencari solusi menyangkut Masalah Perkotaan di Surabaya.

Pertemuan ilmiah ini akan mengangkat  tema Promoting Harmony in Urban Community: Multi-perspective Approach. Kegiatan ini akan dibuka oleh Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus mantan Wali Kota Bambang Dwi Hartono.

"Nasional Confference ini bagian dari rangkaian acara LUSTRUM VI (30 Tahun) Fakultas Psikologi Ubaya. Benarkah perkembangan kota semakin membuat masyarakat nyaman, terlayani. makin sejahtera, atau malah berdampak luas," kata Hartanti Ketua Panitia, Kamis(4/10/2012).

Masalah-masalah itu akan dikupas bersama pakar perkotaan, Prof Dr Tri Budi W Raharjo. Dia yang memiliki pengalaman dalam The Centre for Ageingfrom Other Countries. Guru besar UI ini akan memaparkan “Kota Ramah Lansia, Komparasi dari berbagai Negara”.

Bagaimana kota termasuk Surabaya dibandingkan dengan kota di Asia. Bagaimana ruang hijau, bangunan, kegiatan bersosialisasi, media transportasi, fasilitas kesehatan,
customer service. "Akan ada diskusi paralel dengan presentasi 90 paper terkait masalah perkotaan," tambah Hartanti.

Mulai dari sisi pendidikan, keluarga,
community mental health, industry, sosial dan cross culture. Dampak perkembangan kota bisa dirasakan semua kalangan umur.

Salah satu yang menjadi tren, anak-anak sejak dini sudah ditinggal orang tuanya bekerja. Bekerja untuk meningkatkan pendapatan. Anak menjadi kurang perhatian dan kasih sayang. Ini bisa berakibat dan berulah negatif hanya demi mendapat perhatian dari guru dan orang tua. Gaya hidup instan dan seterusnya, semua dibahas.

Sumber: Tribunnews.com


Wawali Surabaya Buka Konferensi Nasional Perkotaan

Surabaya - Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono membuka Konferensi Nasional Perkotaan di Universitas Surabaya, Kamis.

"Saya memberikan apresiasi kepada Universitas Surabaya (Ubaya) yang telah menggelar acara ini," ujar Bambang usai pembukan konferensi bertema 'Promoting Harmony in Urban Community: Multi-perspective Approach' di Ubaya.

Menurut dia, pembangunan di Kota Surabaya tidak lepas dari peranan dari kalangan perguruan tinggi. Selama ini, perguruan tinggi memiliki gambaran persoalan perkotaan.

"Harapannya dengan acara ini mampu mendistribusikan problem kota untuk dicari cara penangannya," katanya.

Diketahui kegiatan kali ini merupakan bagian dari rangkaian acara LUSTRUM VI (30 Tahun) Fakultas Psikologi Ubaya. Pada konferensi nasional ini, salah satu pembicara Prof. Dr. Tri Budi W Raharjo (The Centre for Ageingfrom Other Countries) memaparkan Kota Ramah Lansia, Komarasi dari berbagai Negara.

Ketua Panitia LUSTRUM VI, Hartanti, mengatakan dalam pertemuan ini ditampilkan perbandingan beberapa kota di Indonesia dan Asia terkait ruang hijau, bangunan, kegiatan bersosialisasi, media transportasi, fasilitas kesehatan dan customer service.

Menurut dia, masalah perkotaan tidak pernah habis untuk dibicarakan. Justru peminatnya meningkat dari tahun ke tahun karena cakupannya luas, baik dari segi lingkungan secara fisik, sosial, psikologi, dan industri yang nantinya berujung pada peningkatan kesejahteraan dan dampaknya bisa dirasakan semua kalangan umur.

"Anak-anak sejak dini sudah ditinggal orang tuanya bekerja. Anak menjadi kurang perhatian dan kasih sayang. Psikologis anak, remaja, dewasa bahkan lansia, lanjut dia, menjadi dampak dari permasalahan kota," ujarnya.

Dampak yang dirasakan secara fisik, misalnya pengaruh "global warming" akibat penggunaan AC (Air Conditioning) meningkat. Efeknya sebagian besar orang menjadi malas dan bergantung pada kenyamanan ruangan dan masih banyak lagi masalah perkotaan yang secara tidak sadar kita semua menjadi bagiannya.

"Kami berharap dari acara ini nantinya akan mendapat rangkuman solusi kongkrit untuk mengatasi masalah perkotaan khususnya di Surabaya," katanya.(*)

Sumber: antarajatim.com


Kemajuan Tehnologi Buka Peluang Terjadinya Penyimpangan

suarasurabaya.net - “Kemajuan tehnologi dengan berbagai bentuknya, mulai dari computer, informasi dan tehnologi, hingga muncul gadget yang memberikan berbagai fasilitas, justru membuka peluang terjadinya beragam penyimpangan”.

Bambang DH Wakil Walikota Surabaya, mengungkapkan itu, Kamis (4/10/2012) saat memberikan sambutan pada konferensi nasional dalam rangka Lustrum ke VI Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

Lebih lanjut Bambang DH menambahkan bahwa saat ini keberadaan gadget justru lebih memudahkan masyarakat untuk bisa saling berkenalan, bertatap muka meski jarak terpisah sekian ribu mil.

“Terbayang bahwa saat ini jarak tidak lagi dapat menghalangi kita untuk bertemu dengan siapapun ditempat berbeda, melalui berbagai jejaring sosial yang dapat diunduh melalui berbagai gadget,” kata Bambang.

Tetapi, tambah Bambang, tidak sedikit pula kemudahan-kemudahan itu disalahgunakan sehingga berdampak munculnya berbagai penyimpangan pada masyarakat. “Kalau awalnya hanya berkomunikasi melalui gadget, kemudian meningkat dengan pertemuan langsung,” ujar Bambang.

Maka yang kemudian terjadi adalah terungkapnya berbagai kasus penyimpangan, mulai dari penyimpangan hubungan antara suami istri, hingga perselingkuhan yang berdampak pada masalah rumah tangga.

Oleh karena itu, banyak hal yang harus disikapi sehubungan dengan perkembangan masyarakat termasuk makin modernnya perangkat-perangkat tehnologi serta informasi. “Kita semua harus tetap mencoba menciptakan harmoni ditengah kemajuan itu,” tukas Bambang DH.

Kamis (4/10/2012) Fakultas Psikologi Ubaya, menggelar konferensi nasional bertajuk: Promoting Harmony in Urban Community, sebagai satu diantara rangkaian kegiatan Lustrum ke VI Fakultas Psikologi Ubaya, dengan menghadirkan satu diantara pembicaranya adalah Prof. Dr. Tri Budi W. Raharjo, dari Universitas Indonesia.(tok)

Sumber: SuaraSurabaya.net


Lustrum ke VI Fakultas Psikologi Ubaya

Bambang DH Wakil Walikota Surabaya, Kamis (4/10/2012) hadir pada kegiatan konferensi nasional dalam rangka Lustrum ke VI Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Pada kesempatan itu, Bambang DH memukul gong sebagai tanda dimulainya konferensi nasional tersebut. Bambang DH juga menerima potongan tumpeng sebagai tali asih dan persahabatan dengan Ubaya Surabaya.

Update: 05-10-2012 | Dibaca 8685 kali | Download versi pdf: Lustrum-Ke-VI-Fakultas-Psikologi-Ubaya.pdf