Helm Antikantuk Dengan Denyut Nadi


  • 26-08-2014
  • Fadjar Efendy Rasjid

SURABAYA – Duet mahasiswa Jurusan Teknik Manufaktur Universitas Surabaya (Ubaya) Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel meraih prestasi bergengsi saat berlaga dalam International Invention, Innovation, and Design di Universiti Teknologi Mara (UiTM), Johor Bahru, Malaysia. Mereka membawa teknologi baru.

Dalam lomba yang diadakan pada 20 Agustus itu, pesaing mereka adalah tim dari Amerika, Australia, sampai Swedia. Menurut Ricky, mahasiswa Teknik Manufaktur Ubaya angkatan 2010, prestasi tersebut dimulai dari sebuah tugas untuk mata kuliah design project. Mereka membuat helm antikantuk yang diberi nama Anti-Drowsing System (Androsys).

"Idenya muncul dari banyaknya kecelakaan motor karena pengendara mengantuk," papar Ricky. Kristiawan mengatakan, Androsys memanfaatkan denyut nadi sebagai sensor kantuk seseorang ketika mengemudi.

Denyut nadi yang normal adalah 80 denyut per menit. Androsys bekerja dengan sensor yang menangkap denyut nadi pengemudi di bawah 80 denyut per menit.

Sensor akan mengirim sinyal ke vibrator dalam helm berupa getaran secara berkala. Jadi, ciptaan Ricky dan Kristiawan punya nilai plus dari ide yang masih fresh.

Mereka mendapatkan dana dari Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) sebesar Rp 9,5 juta untuk pembuatannya. (ina/c7/roz)

Sumber: Jawa Pos, 26 Agustus 2014

Update: 26-08-2014 | Dibaca 9815 kali | Download versi pdf: Helm-Antikantuk-Dengan-Denyut-Nadi.pdf