Blue Economy Berikan Manfaat Lebih


  • 24-04-2015

Masalah lingkungan sudah menjadi masalah utama bagi dunia. Hal itu menjadi perhatian bagi para pakar lingkungan untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Oleh karena itulah, muncul suatu konsep baru yang bernama blue economy.

Istilah blue economy mungkin masih asing di telinga kita. Lain halnya dengan green economy yang pasti sudah sering kita dengar. Lalu bagaimana dengan blue economy? Konsep blue economy sendiri tidak jauh berbeda dengan konsep green economy yang berhubungan dengan lingkungan, bahkan bisa dikatakan bahwa konsep blue economy ini juga mengedepankan aspek ekonomi. Sehingga bila dijelaskan, blue economy merupakan sebuah konsep memproses proses industri atau aktivitas ekonomi dalam skala yang lebih besar dapat: 1) menghasilkan sedikit limbah ke lingkungan, 2) meminimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan sehingga lebih efisien, dan 3) mengolah limbah menjadi bahan baku. Yang membuatnya berbeda dengan green economy ialah, blue economy mencegah terjadinya limbah dari awal sedangkan green economy hanya mengurangi pencemaran yang sudah ada.

Konsep blue economy ini ada mengingat kondisi lingkungan kita yang semakin menurun saat ini. Banyak sekali pencemaran-pencemaran yang dilakukan, terutama dalam sektor industri. Menurut Yunus Fransiscus, M.Sc., selaku ketua Pusat Studi Lingkungan (PSL), menerapkan konsep green economy sudah menjadi lonjakan yang bagus, namun akan lebih bagus lagi bilakonsep blue economy ini diterapkan pada industri-industri di Indonesia. Bagusnya lagi, konsep ini bahkan bisa menguntungkan pelaku usaha karena keuntungan yang didapat cukup tinggi. “Saat pelaku usaha merasakan adanya keuntungan yang diperoleh,diharapkan terjadi kesadaranyang menyalur pada pelaku usaha lain. Menambah banyaknya usaha pengolaan lingkungan, sehinggakita dapat mengejar ketertinggalan,” jelasnya.

Konsep yang baru muncul dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, masih menjadi satu hal yang sulit untuk diterapkan bagi Indonesia sendiri mengingat adanya kesenjangan sosial di Indonesia yang cukup tinggi. Memang sudah ada industri di Indonesia yang menerapkannya, tapi masih belum banyak jika dibandingkan dengan negara lain. Padahal, konsep ini menawarkan banyak keuntungan yang diantaranya adalah pemakaian sumber daya lebih efisien dan efektif, memanfaatkan limbah menjadi bahan bagi produsen yang lain, meningkatkan kapasitas manusia, serta adanya keuntungan pada aspek ekonomi.

Lantas apa yang harus dilakukan sehingga konsep itu bisa terlaksana? Sebagai konsumen kita harus merubah mindset kita, secara sederhana kita haursnya memilih produk yang sedikit lebih mahal namun tidak merugikan lingkungan. Kita harus menjadi konsumen yang lebih cerdas dalam memilih. Memang daya beli masyarakat Indonesia belum setinggi itu hingga dapat memilih produk yang lebih mahal, namun dengan adanya MEA dan AFTA, kita juga terseret dalam perubahan paradigma sehingga hal itu bisa dilakukan. Yunus bahkan mengatakan bahwa kemungkinan 5 atau 10 tahun lagi, sudah banyak industri di Indonesia yang menerapkan blue economy. Yang terpenting sekarang adalah adanya sukarelawan industri yang menerapkanya dan menciptakan success story, sehingga lebih banyak lagi industri yang melihat kemudian menerapkannya.

“Harapannya pemerintah memberi ruang lebih luas dan framework regulasi seperti keringanan pajak, sehingga akan membuat proses penerapan blue economy menjadi semakin cepat.Tahap awal sendiri agar lebih banyak lagi bantuan dana, teknis dan manajemen sehingga mempercepat terbentuknya success story,” tutup Yunusdengan ramah. (frs)

Update: 24-04-2015 | Dibaca 10002 kali | Download versi pdf: Blue-Economy-Berikan-Manfaat-Lebih.pdf