Jaga Jiwa Nasionalisme Di Era Globalisasi Ini


  • 13-05-2013

Tak terasa di bulan mei ini kita akan memperingati hari kebangkitan nasional yang jatuh pada 20 Mei 2013. Kata nasional pasti terkait dengan sebuah wilayah kedaulatan suatu negara atau bangsa, sedangkan Isme itu adalah suatu Faham, Ajaran, Doktrin dan sekaligus Ilmu yang diyakini kebenarannya sehingga pada akhirnya dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan. “Dari pemahaman tersebut nasionalisme adalah pemahaman teori, ajaran, doktrin, sekaligus ilmu tentang nilai-nilai kebangsaan yang diyakini kebenarannya, untuk dijadikan landasan dasar dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” jelas H Supriono.

Di lihat dari penjelasan tersebut maka masing-masing negara dan bangsa pastilah berbeda-beda memaknai nasionalismenya, hal tersebut sangat tergantung dan dipengaruhi oleh sejarah perjuangan dan budaya masing-masing negara dan bangsanya. Bagi kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia, maka tidak boleh lepas dari empatpilar kebangsaan Indonesia yang harus tetap dijunjung tinggi, yaitu :

  1. Pancasila, sebagai Falsafah Bangsa sekaligus sebagai Dasar Negara;

  2. Undang-Undang Dasar 1945 beserta amandemennya, sebagai Konstitusi Negara juga sekaligus sebagai Hukum Dasar Tertulis bagi negara

  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai pilihan bentuk negara

  4. Bhineka Tunggal Ika, sebagai motto berkehidupan kebangsaan

 

Terkait dengan jiwa nasionalisme generasi muda di zaman era globalisasi ini,H Supriono menerangkan bahwa generasi muda kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia masih dapat diandalkan, terbukti dengan banyaknya prestasi yang telah dicanangkan dan diraihnya, baik melalui jalur pendidikan, olahraga, seni dan budaya. Meskipun tidak sedikit pula yang telah terjerumus kedalam jurang keniscayaan di luar pilar-pilar kebangsaan kita, antara lain : Kriminal, Narkoba, Pergaulan Bebas, Kenakalan Remaja dan lain sebagainya.“Tetaplah berprinsip pada pilar-pilar kebangsaan agar tidak terjerumus dalam hal-hal negatif tersebut,” imbaunya. Untuk rasa nasionalisme para generasi muda sekarang, semuanya tergantung pada situasi dan kondisi (lingkungan) mereka berada dan bersosialisasi, khususnya pada lingkungan pendidikan keluarga. Hal tersebut dapat dipahami bahwa situasi dan kondisi setiap orang berbeda-beda, artinya bahwa situasi yang saya alami pasti tidak sama dengan situasi dan kondisi yang dialami oleh para generasi muda saat ini, yang amat kompleks dan dasyatnya pengaruh globalisasi itu.

Alangkah baiknyakita selalu mengingat pepatah bijak : ”Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu menghargai dan menghormati perjuangan para pahlawan bangsanya sendiri”, termasuk juga pesan Bapak Ir. Soekarno (Presiden Republik Indonesia pertama atau ploklamator bangsa Indonesia) : ”JAS MERAH – Jangan Sampai Kita Melupakan Sejarah”.Dari pepatah bijak tersebut adapun upaya-upaya yang menurutnya dapat menjaga konsistensi rasa dan jiwa nasionalisme di era globalisasi ini yaitu :

  1. Kita harus dan wajib kembali memahami dan melaksanakan secara murni dan konsekuen empat pilar kebangsaan kita, dalam kehidupan kita sehari-hari

  2. Kita harus berbuat yang terbaik sesuai dengan posisi dan profesi kita masing-masing

  3. Menegakkan rasa keadilan dan hindari diskriminasi

  4. Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal-hal yang terkecil dan mulailah dari saat ini.

 

Sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan terhadap sesama, sesungguhnya perbuatan itulah yangakan kita terima kembali, dan sebesar apapun perbuatan baik yang kita lakukan terhadap sesama, maka sesungguhnya perbuatan itulah yang akan kita terima kembali, demikian sebaliknya bila kita berbuat kejelekan. “Mengingat Hal yang terindah dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara didunia ini, apabila kita bisa saling menghormati dan menghargai antar sesama,”pesannya.

Dalam peringatan hari Kebangkitan Nasional tahun ini, beliau berharap bahwa seluruh komponen bangsa Indonesia ini tidak meninggalkan empat pilar kebangsaan, dalam rangka mempercepat tujuan nasional bangsa Indonesia yang tersirat dan tersurat ke dalam Alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, terus bersyukur, berusaha dan berdoa, demi kesejahteraan bersama dan jangan ada kata jera untuk berjuang dan berbuat yang terbaik. (inz/wu)

Update: 13-05-2013 | Dibaca 5956 kali | Download versi pdf: Jaga-Jiwa-Nasionalisme-Di-Era-Globalisasi-Ini.pdf