Hari Bumi : Jaga Bumi Demi Generasi Mendatang


  • 28-04-2010

Beban bumi yang makin berat, kerusakan di mana–mana, bencana yang kian sering melanda, membuat bumi-ku sekarat. Sepetik kalimat yang menggambarkan keprihatinan atas kondisi bumi saat ini menjadi suatu refleksi yang wajib direnungkan oleh setiap umat manusia yang hidup di bumi ini. Peringatan hari bumi yang jatuh pada 22 April lalu menjadi suatu momen peringatan bagi umat manusia untuk kembali peduli pada lingkungan sekitar kita. “Pesan utama dari Hari Bumi adalah bagaimana menjaga bumi kita dari kerusakan yang makin parah,” terang Prof Ir Lieke Riadi PhD.

Ubaya sendiri sebenarnya juga telah berpartisipasi dalam upaya memberikan pengetahuan mengenai berbagai topik terkait penyelamatan lingkungan. “Sebab kita tidak dapat memaksa seseorang untuk peduli pada bumi, bila orang tersebut memang tidak tahu kondisi bumi saat ini,” ungkap WR I ini. Kondisi yang dimaksud adalah bagaimana kerusakan lingkungan yang terjadi berdampak secara lokal pada awalnya. Namun, menjadi isu global yang dirasakan di berbagai belahan dunia.

Gerakan mematikan lampu selama satu jam yang juga sudah dilakukan di Indonesia, juga merupakan suatu langkah baik yang dilakukan guna menghemat sumber energi. Secara lanjut, penghematan energi ini turut mengurangi emisi CO2  yang membuat bumi panas. “Dukungan pemerintah pun sudah tampak dalam berbagai kebijakan yang dibuat,” tambahnya.

Peringatan yang sudah dilakukan sejak 1970 ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran supaya kondisi bumi yang terlanjur kurang stabil ini tidak menjadi lebih parah atau-pun sampai rusak. “Kita tidak mungkin dapat mengembalikan bumi seperti dulu lagi, namun kita bisa memperlambat kerusakan agar tidak kian buruk,” tegas Prof Lieke. Dijelaskan pula bahwa selama manusia masih ada, bahkan terus bertambah, kerusakan pun tidak dapat dihindari. Namun, bisa kita cegah dengan partisipasi aktif manusia.

Sejauh ini, mahasiswa Ubaya dirasa kurang peduli pada lingkungan terbukti dengan kondisi kampus yang menjadi kurang bersih saat sore hari. Ke depan, Ubaya juga akan mempertimbangkan lagi peringatan Hari Bumi di kampus. Civitas yang ada di Ubaya harus mengerti bahwa bumi tidak hanya tempat tinggal kita saja, tapi juga generasi yang akan datang. “Kita tidak bisa membebani generasi selanjutnya dengan kondisi bumi yang buruk. Karena itu, mari kita secara pribadi sadar bahwa lingkungan perlu perhatian lebih dari kita,” pesannya. (mei/wu)

Update: 28-04-2010 | Dibaca 4672 kali | Download versi pdf: Hari-Bumi---Jaga-Bumi-Demi-Generasi-Mendatang.pdf