Harumkan Ubaya Dengan Konsistensi Dan Prioritas


  • 04-10-2012

 

Wijaya Saputra, Tony Agus, Yunita Sugianto, Dean Yuliyanto, Venica Nancy, Lolita Sandra. Itulah enam nama atlet basket kebanggaan alumni Ubaya. Bagaimana tidak membaggakan? Mereka telah meyumbang banyak medali serta mengharumkan nama Ubaya di kancah nasional maupun internasional.

Sabtu, 29 September lalu, keenam atlet tersebut telah resmi menjadi wisudawan pertanda selesainya masa studi mereka di Ubaya. Momen wisuda merupakan penantian yang ditunggu-tunggu oleh mereka. “Akhirnya lega bisa lulus dan membahagiakan orang tua. Bagiku, lulus itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Semua ini butuh perjuangan keras untuk membagi waktu antara jadwal latihan, kuliah, dan jadwal pertandingan. Namun, kuliah tetap menjadi prioritas,” ujar Wijaya Saputra.

Cowok yang tergabung dalam tim CLS Knights Surabaya berkeinginan melanjutkan studi ke jenjang S2. “Aku pasti akan ambil S2 dengan beasiswa basket, tapi belum tahu di universitas mana. Bagaimanapun juga, Ubaya masih ada di daftar pilihanku,” ceritanya.

Hal senada diungkapkan oleh Yunita Sugianto. Raut kegembiraan tergambar jelas di wajahnya. Baginya, menjadi pemain basket berstatus mahasiswa tidaklah mudah dijalani. “Butuh tanggungjawab dan konsistensi. Saat kuliah ya harus fokus belajar. Namun dikala latihan, kita harus fokus latihan,” tukas Yunita Sugianto.

Yunita mengaku, dengan memiliki konsistensi yang tinggi, kita pasti bisa imbangi antara kuliah dan latihan. “Bangga terhadap fasilitas yang selama ini telah diberikan oleh Ubaya, baik fasilitas kuliah maupun fasilitas latihan,” tutur cewek jurusan Teknik Informatika ini.

Pendamping UKM Basket Ubaya, Drs ec H W Hany Natawidjana mengatakan bahwa ini merupakan contoh yang baik buat para junior. “Mereka anak-anak yang istimewa karena bisa membagi waktu untuk latihan basket, belajar, dan kuliah. Sehingga mereka berhasil seperti sekarang dan sukses mengharumkan nama Ubaya lewat kiprah mereka di dunia basket,” gagas Hanny.

Saya rasa, tak satupun orang tua yang memasukkan anaknya ke universitas manapun untuk menjadi seorang pemain basket. Namun tujuan mereka menitipkan anak ke universitas yaitu untuk menjadi sarjana. Itulah yang dijadikan motivasi dasar bagi setiap atlet basket Ubaya,” tutup Hanny. (ano/wu)

Update: 04-10-2012 | Dibaca 7603 kali | Download versi pdf: Harumkan-Ubaya-Dengan-Konsistensi-Dan-Prioritas.pdf