Setumpuk Sampah Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pembangkit Listrik?


  • 04-07-2012

Sampah selalu dianggap sebagai suatu permasalahan, mulai dari polusi lingkungan, sumber bibit penyakit, menghabiskan tempat, hingga mengurangi nilai estetika. Bagi masyarakat kota, tentunya ini merupakan problem yang berkelanjutan apabila tidak segera ditangani. Pada wawancara kali ini bersama ketua Pusat Studi Energi Terbarukan, Bapak Eliezer Tarigan PhD, fokus sampah yang dibahas adalah sampah perkotaan serta potensi yang terkandung.

Elieser mengutarakan bahwa sampai saat ini sampah di Indonesia hanya sebagai wacana dan pemanfaatannya masih berada dalam tahap pengembangan. Sampah sebenarnya bisa bermanfaat. Pemanfaatan yang pertama adalah sebagai penghasil gas metana. Gas metana ini terjadi akibat dari sampah yang diendapkan akan diproses dekomposisi atau penguraian. “Gas inilah yang nantinya akan dialirkan melalui pipa dan dibakar layaknya LPG yang dipakai sehari-hari untuk memasak,” paparnya.

Selain itu, Elieser juga membeberka bagaimana setumpuk sampah bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Ko’ Bisa..? Ternyata sampah-sampah tersebut dibakar, tapi dikeringkan dulu sebelumnya, baru dibakar. Panas yang dihasilkan dari bakaran tersebut, akan memanaskan boiler dan menggerakkan turbin akibat tekanan yang cukup besar. “Sistemnya hampir sama dengan PLTU, hanya saja uap yang ditangkap dihasilkan dari sampah,” terangnya. Lalu mengapa orang cenderung untuk menggunakan batu bara? Hal ini dikarenakan faktor batu bara yang murah dan siap untuk dibakar. “Namun, perlu diperhatikan bahwa batu bara ini juga merupakan sumber energi yang kotor dan menimbulkan global warming,” sambungnya.

Sebagai pembanding, Eliezer mengungkapkan bahwa selama ia mengajar di University of Sweden, ia kagum akan kota Borlange, Swedia. Katanya kota ini kekurangan sampah, masa sih..? “Kota ini sangat bersih karena pemanfaatannya yang tepat. Disana sampah dianggap sebagai komiditi, dan kini mereka malah harus mengimpor sampah,” tukasnya.

Sayangnya, hal ini hanya bisa diterapkan secara teoritis di Indonesia. Namun, ada kendala teknis dan non-teknis seperti kebijakan dan dukungan dari pemerintah dan pihak terkait serta perlu studi yang cukup mendalam. Menilik dari kejadian tersebut, Ubaya sendiri juga concern terhadap penanganan sampah. Pusat Studi Lingkungan (PSL) Ubaya berupaya mencari solusi dalam penanganan limbah industri, terutama sampah plastik. Dari penelitian yang dilakukan PSL Ubaya, jika plastik dipanaskan (proses termal) pada suhu tertentu maka kandungan hidrokarbon yang dikeluarkan akan dapat digunakan sebagai bahan bakar. Waahh,, bisa dicoba nih..!! (mdi/wu)

Update: 04-07-2012 | Dibaca 7362 kali | Download versi pdf: Setumpuk-Sampah-Dapat-Dimanfaatkan-Sebagai--Pembangkit-Listrik-.pdf