Tanamkan Sejak Dini Buruknya Perilaku Curang


  • 06-06-2012

Tahun terakhir di setiap jenjang pendidikan seringkali menjadi momok bagi sebagian besar pelajar Indonesia. Kebijakan pemerintah dalam menentukan standar kelulusan Ujian Nasional (Unas) selama ini tak jarang menuai banyak pro kontra di berbagai kalangan. "Variasi kualitas pendidikan di setiap sekolah tidak sama, namun mereka harus mencapai suatu standar yang sama," ungkap Dr. Lena N Pandjaitan M Ed ketika diminta untuk menjelaskan penyebab munculnya berbagai perilaku siswa saat menghadapi Unas. Para siswa yang telah matang dalam persiapannya tentu saja mampu menyikapi Unas secara positif. Namun, selalu saja terdapat siswa yang melakukan bentuk kecurangan akademik seperti mencontek hingga memanfaatkan jasa joki.

Dilihat dari sisi psikologis mengenai individu yang melatarbelakangi perilaku tersebut, Kepala Laboratorium Psikologi Pendidikan FP Ubaya ini menjelaskan, "Mereka cenderung ingin mencapai segala sesuatu secara instan, bahkan tanpa upaya yang jelas." Tak hanya itu saja, peluang di sekitar individu juga turut memegang kendali yang cukup besar dalam menentukan perilaku individu. "Instansi pendidikan bahkan orangtua yang merasa tidak percaya diri akan kemampuan anak serta anak didiknya, akan memungkinkan untuk mendukung perilaku kecurangan siswa," imbuhnya.

Keadaan psikologis individu yang merosot akibat kegagalan tersebut pun hanya bisa diatasi oleh dukungan dan penerimaan lingkungannya. Namun, selalu ada langkah preventif yang lebih baik daripada sekedar menanggulangi suatu masalah. "Untuk mencegah kecurangan dan meningkatkan kejujuran akademik, sebenarnya sangat perlu ditanamkan sejak dini mengenai buruknya perilaku curang, khususnya kecurangan akademik. Bukan suatu kebanggaan mendapat nilai yang bagus dengan kecurangan," tegasnya.

Selain itu, Lena menyarankan agar para siswa perlu meningkatkan persiapan sebelum menghadapi Unas terkait dengan persiapan materi maupun mental. Kedua hal tersebut dapat diperoleh dengan belajar, bimbingan, maupun dukungan orangtua. "Effort untuk mencapai tujuan yang maksimal dari diri kita  lebih penting daripada mengklaim buah pikiran orang lain. Jangan lupa, proses itu lebih baik daripada hasil akhir," tutupnya. (syn/wu)

Update: 06-06-2012 | Dibaca 4250 kali | Download versi pdf: Tanamkan-Sejak-Dini-Buruknya-Perilaku-Curang.pdf