Pentingnya Peran Aktif Masyarakat Dalam Mengatasi Korupsi


  • 18-02-2012

Korupsi sudah bukan menjadi istilah asing lagi bagi masyarakat di Indonesia. Bahkan akhir-akhir ini, kasus korupsi makin semarak. Bagaimana tanggapan pihak Ubaya mengenai hal tersebut? “Penegakan hukum tidak hanya kewajiban pemerintah, tapi juga masyarakat,” ungkap Marianus Yohanes Gaharpung SH MS.

Untuk mengurangi korupsi yang ada, peran aktif dari masyarakat sangatlah penting. “Pemerintah membentuk KPK untuk mengurangi korupsi namun tidak berhasil. Harus ada peran dari masyarakat, tidak bisa pemerintah saja yang bertindak,” jelasnya. Berkurangnya korupsi di negeri Indonesia juga ditentukan oleh pemimpin dan pejabat negeri ini. “Selama pejabat tidak menaati hukum, maka hukum tidak akan pernah jalan,” tutur Kepala Biro Bantuan Hukum Ubaya.

Dalam menangani kasus korupsi dibutuhkan bukti, baik saksi maupun tertulis. Semakin banyak bukti nyata, maka tuntutan terhadap para koruptor juga dapat semakin berat. Bagaimana jika koruptor berbohong dan menyangkal bukti-bukti yang ada? “Jika bukti yang ada itu kuat, maka koruptor akan tetap terkena hukuman,” jelas pengacara tersebut.

Menurut beliau, para koruptor tidak hanya dikenakan sanksi penjara tapi juga sanksi sosial oleh warga. “Misalnya ada doa-doa atau hajatan, yah pelanggar hukum termasuk koruptor jangan diundang di acara tersebut,” ungkapnya.

Beliau berharap agar hukum harus dibuat sesuai dengan kepentingan masyarakat. “Hukum itu harus dibuat betul-betul sesuai dengan kepentingan masyarakat dan semua kepentingan masyarakat harus diakui melalui suatu undang-undang. Juga semua undang-undang yang dibuat harus ada komitmen dari semua masyarakat. Karena itu harus ada peran masyarakat aktif, “ tutupnya.

Update: 18-02-2012 | Dibaca 8757 kali | Download versi pdf: Pentingnya-Peran-Aktif-Masyarakat-Dalam-Mengatasi-Korupsi.pdf