Haruskah Datang Ke Jakarta Setelah Lebaran?


  • 13-09-2011

Sapa suruh dateng Jakarte...

Sapa suruh dateng Jakarte...

 

Mungkin istilah itu kerap muncul dan tidak asing di seluruh telinga masyarakat Indonesia. Ya, sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian negara ini, Jakarta seolah menjadi ladang menjanjikan untuk merengguk sukses. Namun apakah Jakarta dengan berbagai kelebihan dan kekurangan dan kelebihannya benar-benar menjanjikan kesuksesan?

Fenomena ini selalu berulang dari tahun ke tahun hingga menjadi suatu tren tersendiri. Tidak hanya memberikan dampak positif, hal ini juga dapat membawa dampak negatif pada perekonomian. “Penduduk yang padat akan mempermudah pencarian tenaga kerja. Tapi kalau terlalu padat, kesejahteraan masyarakat juga akan ikut berkurang,” demikian terang Hery Pratono SE MDM, dosen jurusan Ilmu Ekonomi.

Fasilitas yang serba ada dan hiburan yang beragam, seolah turut menjadi magnet yang kuat bagi pendatang baru. Urbanisasi atau perpindahan penduduk ke Jakarta ini, biasanya mencapai puncak setelah Lebaran. Tak hanya datang sendiri, biasanya pendatang yang sebelumnya sudah menetap di Jakarta, akan datang membawa sanak keluarganya untuk mengadu nasib di Jakarta. Hal itu pula yang membuat Gubernur Jakarta acapkali mengeluarkan anjuran untuk tidak membawa sanak keluarga saat datang ke Jakarta.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang kadang melimpah itu, tak jarang menimbulkan berbagai tindak kriminalitas, kemacetan atau dampak negatif lainnya. Kurang terkelolanya SDM yang ada, bisa juga disebabkan karena kurangnya pendidikan formal yang pendatang dapatkan sebelumnya. Dan hal itulah yang menimbulkan anggapan bahwa Indonesia ini adalah negara berkembang. “Salah satu indikator dari negara berkembang adalah masyarakatnya lebih banyak mengenyam pendidikan informal,” tukas Hery.

Namun kedatangan pendatang baru ke Jakarta tak melulu menjadi “bom bunuh diri” jika dikelola secara benar. Malah hal tersebut dapat berdampak sangat baik. Dampak baik itu dapat diperoleh jika SDM yang ada dapat terkelola dengan benar, terutama dengan memberikan pendidikan formal. “Pendidikan di sektor formal bagi masyarakat harus lebih ditingkatkan untuk berkembang menjadi negara maju. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kita dapat meningkatkan kualitas SDM yang ada,” ujar dosen mata kuliah Ekonomi Perkotaan ini.

Untuk mengatasi masalah kependudukan seperti banyaknya pengangguran akibat banyaknya pendatang, Pemerintah berencana untuk mengembangkan program “Social Security”. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk. Negara ingin memberikan pertolongan kepada semua warga negara yang mengalami kecelakaan, masalah kesehatan, atau menganggur. Tetapi, hal ini masih sulit untuk dilaksanakan karena tingginya angka pengangguran.

Kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggungjawab atas segala keruwetan di Jakarta? (fox/wu)

Update: 13-09-2011 | Dibaca 5142 kali | Download versi pdf: Haruskah-Datang-Ke-Jakarta-Setelah-Lebaran-.pdf